Berita > Seputar TKI
Sutini, PMI Asal Indramayu 14 tahun Tertahan di Irak Tidak Bisa Pulang
20 Dec 2021 07:55:55 WIB | Hani Tw | dibaca 2738
Ket: Sutini, PMI Asal Indramayu 14 tahun Tertahan di Irak Tidak Bisa Pulang
Foto: Dokumen pribadi
Indramayu, LiputanBMI - Sutinih binti Casan (42), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan warga Blok Ust. Syafawi, Rt. 002, Rw. 007, Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan sudah 14 tahun tidak bisa pulang karena tertahan oleh majikannya saat bekerja di Erbil, Irak.

Sebagaimana disampaikan oleh Casrudin (50), suami dari Sutinih saat menyampaikan aduannya ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu di Blok Sukamelang, Rt. 009, Rw. 002, Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, pada Sabtu 18 Desember 2021.

"Istri saya bernama Sutinih sudah hampir 14 tahun bekerja di Erbil namun tidak bisa pulang karena majikannya selalu menahan atau tidak mengizinkan kepulangan istri saya, bahkan 4 tahun gajinya belum dibayar," ungkap Casrudin kepada Juwarih, Ketua SBMI Indramayu.

Casrudin menceritakan, awalnya pada sekitar bulan akhir bulan November 2008 istrinya direkrut oleh sponsor bernama Kayinah warga Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat, kemudian oleh Kayinah dibawa ke Hj. Opah warga Desa Sukareja Kecamatan Balongan, Indramayu.

"Mengikuti proses kurang lebih satu bulan di penampungan PT kemudian pada akhir bulan Desember 2008 istri saya diberangkatkan ke Uni Emirat Arab (UEA) melalui PT. Muhasatama Perdana yang beralamat di Tambun, Bekasi, Jawa Barat," ungkap Casrudin.

Lanjut Casrudin, setibnya Sutinih di Uni Emirat Arab kemudian bekerja pada majikan bernama Maha Adil Hussein merupakan warga Negara Irak yang sedang bekerja di daerah Sharja, UEA.

Sutinih selama 1 tahun bekerja di daerah Sharjah, kemudian majikannya selesai kontrak kerjanya sehingga harus kembali ke negaranya di Erbil, Irak. Namun bukannya Surtinih dikembalikan ke Indonesia atau di agency akan tetapi oleh majikannya dibawa ikut ke Irak.

Pada saat bekerja di Sharja, UEA selama 1 tahun Sutinih belum pernah berkomunikasi untuk memberitahukan kabar ke keluarganya yang ada di Indramayu, namun setelah beberapa bulan berada di Erbil, Irak Sutinih baru bisa untuk menyampaikan informasi ke keluarganya terkait keberadaannya melalui telepone milik majikannya.

"Setelah beberapa bulan kepindahannya dari Negara UEA ke Irak, istri saya baru bisa menghubungi keluarga menyampaikan terkait kabar dan kondisi kerjanya serta menceritakan bahwa sebelum bekerja di Erbil , Irak Istri saya awalnya kerja di daerah Sharjah, UEA," tutur Casrudin.

Masih kata Casrudin, selama hampir 14 tahun istrinya bekerja pada majikan bernama Maha Adil Hussein seorang perempuan warga Negara Irak, Sutinih tidak diberi kebebasan untuk berkomunikasi dengan keluarga, dan selalu menahan kepulangannya serta ada sisa gaji selama 4 tahun yang belum dibayar.

"Selama 14 tahun bekerja di majikan tersebut istri saya hanya diberi waktu dalam 3 bulan sekali untuk menghubungi keluarganya, setiap kali meminta untuk dipulangkan namun jawaban dari majikan selalu nanti-nanti saja bahwa pernah mengatakan kalau mendapatkan pembantu dari Indonesia itu harganya mahal sehingga sampai saat ini istri saya sulit untuk pulang," ungkap suami Sutinih.

Adapun usaha yang sudah dilakukan oleh keluarga saat ini baru hanya menyampaikan aduan ke pihak sponsor, namun jawaban dari sponsor sangat simpel yaitu bahwa PT yang memberangkatkan Sutinih sudah tutup.

"Di tahun 2019 istri saya meminta saya untuk mencari bantuan agar bisa dipulangkan dari Erbil, kemudian anak saya datang ke sponsor agar bisa membatu untuk memulangkan istri saya akan tetapi ia menyampaikan bahwa PT yang memberangkatkan sudah tutup," jelas Casrudin.

Merasa aduan terkait permasalahan yang sedang dialami istrinya di Erbil ke pihak seponsor tidak mendapat jawaban yang baik, Casrudin sebelum menyampaikan aduan ke SBMI Indramayu dirinya sudah berkali-kali meminta petunjuk ke beberapa Paranormal namun tidak ada hasil, sehingga pada 18 Desember 2021 Casrudin menyampaikan aduan terkait permasalahan istrinya ke SBMI Indramayu.

Sementara itu, Ketua SBMI Indramayu, Juwarih menyampaikan pihaknya akan mempelajari terlebihdahulu aduan dari keluarga PMI.

"Mengingat dokumen yang ada sama keluarga sangat terbatas cuma hanya bukti kirim uang saja maka dari itu kami mencoba untuk mencari kelengkapan dokumen terlebihdahulu, setelah itu baru membuat surat aduan untuk di kirim ke beberapa Kementerian terkait dan ke KBRI Baghdad, Irak," pungkasnya.
(HNI/, 20/12)
Universitas Terbuka Riyadh

TERPOPULER | MINGGU INI

-