Berita > Seputar TKI
Menaker Indonesia Larang Mudik Bagi PMI pada Periode ini Kecuali Karena Hal Berikut
18 Apr 2021 06:22:06 WIB | Hani Tw | dibaca 607
Ket: Menaker Indonesia Keluarkan Edaran pembatasan kegiatan Mudik Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja
Foto: Internet
Jakarta, LiputanBMI - Pada 16 April kemarin Menteri Ketenagakerjaan Indonesia (Menaker) mengeluarkan Surat Edaran pembatasan kegiatan mudik Hari Idul Fitri 1442 H pekerja/buruh dan PMI.

Hal tersebut dilakukan guna mengendalikan penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19).

Adapun isi dari surat Edaran bernomor M/7/HK.04/IV/2021 yang ditujukan kepada Gubernur di seluruh Indonesia, Perwakilan Republik Indonesia, Kepala BP2MI dan penanggung jawab P3MI tersebut sebagaimana tertulis di bawah ini.

Dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang berpotensi meningkat karena mobilitas masyarakat, khususnya Pekerja/Buruh swasta dan PMI, serta sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tanggal 7 April 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan upaya Pengendaliar Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadhar 1442 Hijriah, diminta kepada Saudara agar melakukan langkah-langkah sebaga berikut:

1. Menghimbau kepada Pekerja/Buruh swasta dan PMI untuk tidak melakukan perjalanan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021.

2. Memastikan Pekerja/Buruh swasta dan PMI yang dalam pada periode tersebut terpaksa melakukan perjalanan mudik dikarenakan keluarga sakit, anggota keluarga meninggal, kondisi hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang atau berakhirnya perjanjian kerja, wajib memiliki print out surat izin atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) sebagai persyaratan untuk melakukan perjalanan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. bagi Pekerja/Buruh swasta melampirkan print out surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik pimpinan perusahaan serta identitas diri Pekerja/Buruh; dan

b. bagi PMI melampirkan print out surat izin tertulis dari Atase Ketenagakerjaan atau Staf Teknis Ketenagakerjaan atau pejabat dinas luar negeri yang ditunjuk oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik Atase Ketenagakerjaan atau Staf Teknis Ketenagakerjaan atau pejabat dinas luar negeri yang ditunjuk oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia serta identitas diri PMI.

3. Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) agar memfasilitasi kepulangan PMI yang menjadi tanggung jawabnya, dari debarkasi ke daerah asal karena alasan sebagaimana dimaksud dalam angka 2.

4. Hal lain yang terkait dengan peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid- 19) selama Bulan Suci Ramadhan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diminta kepada Saudara untuk menindaklanjuti dan menyampaikan Surat Edaran ini kepada pemangku kepentingan terkait di wilayah Saudara.
(HNI/, 18/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-