Berita > Seputar TKI
Hati-hati Bawa atau Kirim Petai ke Taiwan Bisa Terancam Denda NTD 150 Ribu
09 Feb 2021 05:56:23 WIB | Hani Tw | dibaca 2708
Ket: Hati-hati Jangan Kirim Petai ke Taiwan, Bisa Terancam Denda NTD 150 Ribu
Foto: Facebook COA Taiwan
Taipei, LiputanBMI - Biro Inspeksi dan Karantina Hewan dan Tumbuhan Taiwan (COA) mengatakan bahwa siapapun yang membawa masuk atau mengirimkan petai ke Taiwan bisa terancam denda hingga NTD 150.000.

Buah petai atau jengkol yang dalam bahasa mandarin dinamakan
生鮮臭豆 (baca: Sheng Shien Chou Thou),巴克豆 (baca: Ba Ke Thou) merupakan salah satu jenis tumbuhan biji-bijian dan ada polongnya, apabila dibawa masuk Taiwan harus melalui karantina terlebih dahulu.

Melalui akun Facebooknya, COA (8/2) memposting dan mengingatkan supaya masyarakat berhati-hati dalam membawa atau meminta kiriman makanan yang mengandung daging serta makan-makanan mentah.

Seperti halnya membawa atau mengirim petai atau jengkol, itu termasuk melakukan pelanggaran bibit tanaman dan buah segar, bisa dikenakan denda hingga NTD 150.000.

COA juga menjelaskan, jenis produk tanaman yang diimpor dari luar negeri harus mengikuti prosedur yang berlaku di Taiwan yaitu, berasal dari negara atau wilayah yang dikenal, menerbitkan sertifikat karantina resmi sesuai dengan hukum dan peraturan di Taiwan, juga secara proaktif menyatakan dan lulus prosedur karantina.

Sebagaimana diketahui, akibat dari adanya wabah covid-19 banyak warga asing di Taiwan yang tidak bisa pulang ke negara asal sehingga menyebabkan mereka rindu dengan makanan khas dari kampung halaman.

Mereka ada yang meminta teman maupun kerabat dari kampung halaman untuk mengirimkan produk makanan dari daging hewan dan tumbuhan ke Taiwan.

Menurut COA hal tersebut termasuk ilegal. Sanksinya tidak hanya akan ada dikenakan denda tetapi juga harus bertanggung jawab atau dipidana.

Dalam postingannya, COA juga meminta dan mengingatkan supaya semuanya lebih berhati-hati. Karena apabila barang tersebut dikirim ke Taiwan pasti akan dibungkus dan dimusnahkan.
(HNI/, 09/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-