Berita > Ekosospol
Saudi Tutup Sementara Masuknya Warga Asing dari 20 Negara Ini, Termasuk Indonesia
04 Feb 2021 00:51:29 WIB | Abu Rayyan | dibaca 782
Ket: Penundaan sementara izin masuk bagi warga asing dari 20 negara
Foto: LBMIKSA
Riyadh, LiputanBMI - Mulai malam ini, Rabu (3/02/2021) pukul 21:00, Arab Saudi menutup sementara seluruh jalur masuk via udara, laut maupun darat dari kedatangan warga asing yang berasal dari 20 negara, termasuk Indonesia.

Keputusan ini dikecualikan bagi warga Saudi, para diplomat, tenaga kesehatan beserta keluarganya.

Berikut 20 negara yang masuk dalam daftar pelarangan sementara warganya masuk ke wilayah Arab Saudi; Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Indonesia, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugis, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India dan Jepang, demikian dilansir dari Saudi Press Agency (SPA).

Langkah ini diambil menyusul naiknya kembali angka pertumbuhan warga terinfeksi Covid-19 yang rata-rata disebabkan oleh kelalaian warga dalam menjalankan protokol kesehatan.

Penutupan sementara ini, diharapkan dapat mencegah dan mengendalikan penyebaran virus Corona sebagaimana direkomendasikan oleh kementerian kesehatan di Kerajaan Arab Saudi.

Sementara itu KBRI Riyadh dalam imbauannya menyampaikan, seluruh WNI di Arab Saudi untuk lebih waspada, berhati-hati dan tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes) terkait Covid-19.

Beberapa hari yang lalu, Menteri Kesehatan Arab Saudi menyampaikan peringatan keras agar semua pihak tidak menganggap remeh protkes terkait Covid-19 dan menjalankannya dengan disiplin.

Hal ini mengingat situasi pandemi Covid di Arab Saudi masih belum aman dan bahkan kembali memasuki fase yang sangat serius & sulit.

Selama bulan Januari 2021 di Arab Saudi terjadi trend kenaikan kasus positif sebesar 200% dari angka terkecil kasus positif di pekan awal Januari 2021.

Dilaporkan bahwa 75% diantaranya disebabkan oleh kelalaian dan perilaku yang salah.

Kurva kasus kritis juga naik 20% dari angka terendah pada pertengahan Januari.

Menteri Kesehatan KAS juga menegaskan bahwa pemerintah mungkin akan mengambil langkah-langkah yang sangat ketat sekiranya diperlukan.

(ARY/, 04/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-