Berita > Seputar TKI
SBMI Bentuk Kelompok Wanita Tani Purna Migran di Desa Gadel Indramayu
24 Dec 2020 02:56:24 WIB | Juwarih | dibaca 596
Ket: Sejumlah Purna PMI asal Desa Gadel, Indramayu membentuk Kelompok Wanita Tani 'Purna Mirgan Gadel' di Kantor Desa Gadel, Kec. Tukdana, Indramayu pada 23 Desember 2020
Foto: SBMI Indramayu
Indramayu, LiputanBMI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memfasilitasi pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) 'Purna Migran Gadel'  bertempat di kantor Desa Gadel, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Rabu 23 Desember 2020.

Lebih dari 25 orang purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) berasal dari Desa Gadel telah sepakat untuk membentuk Kelompok Wanita Tani bernama "Purna Migran Gadel".

Pembentukan KWT 'Purna Migran Gadel' dihadiri langsung oleh Kuwu Desa Gadel (Tasma), Badan Permusyawaratan Desa (Karsad), Pendamping Kecamatan Tukdana Bidang Pemberdayaan (Eryadi, SKM.), Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Gadel (Casnawi, SP.) dan Ketua DPC SBMI Indramayu (Juwarih).

Dalam sambutannya, Kuwu Desa Gadel mendukung warganya untuk menbentuk Kelompok Wanita Tani 'Purna Migran Gadel' yang digagas oleh SBMI Indramayu.

"Saya selaku Pemerintah Desa Gadel mendukung sepenuhnya atas pembentukan KWT 'Purna Migran Gadel' yang digagas SBMI Indramayu, semoga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gadel," ucap Tasma dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia Kabupaten Indramayu, Juwarih dalam sambutannya memaparkan maksud dan tujuan  pembentukan Kelompok Wanita Tani yang semua anggotanya purna PMI ini.

"Maksud dan tujuan pembentukan KWT 'Purna Migran Gadel' ini dimaksudkan untuk reintegrasi pemberdayaan ekonomi bagi purna pekerja migran berbasis pertanian, mengingat para PMI asal Indramayu saat meninggalkan desanya untuk bekerja ke luar negeri mayoritas sebagai petani," tutur Juwarih.

Lanjut Juwarih, dengan kembalinya para PMI perempuan dari luar negeri barang kalai masih ada yang berminat mencari alternatif tambahan pendapatan ekonomi melalui bertani sekarang sudah ada wadahnya.

Juwarih juga mengklaim, bahwa keberadaan Kelompok Wanita Tani Purna Migran ini untuk pertama kalinya dibentuk di Indramayu mahkan mungkin se-Jawa Barat yang semua anggota kelompoknya adalah purna PMI.

"Setahu saya Kelompok Wanita Tani yang disingkat KWT, ini yang baru pertama kali di Indramayu dan mungkin se-Jawa Barat," pungkasnya.
(JWR/, 24/12)
Universitas Terbuka Riyadh
-