Berita > Ekosospol
Kinerja Komnas Perempuan Diapresiasi Berbagai Lembaga
18 Dec 2015 04:03:18 WIB | Abdul Hadi | dibaca 2693
Ket: LPJ Tahunan
Foto: Abdul Hadi

Jakarta, LiputanBMI - Komnas Perempuan (Komisi Nasional anti Kekerasan terhadap Perempuan) lahir pada tanggal 15 Oktober 1998. Terlahir dari sebuah tragedi kemanusian yang terjadi pada bulan Mei 1998, menjadikan Komnas Perempuan menjadi penyangga Negara dalam membantu pemulihan dan langkah preventif terhadap korban kekerasan seksual yang dilakukan di tengah kerusuhan massal.

Dalam laporan tahunannya, Ketua Komnas Perempuan, Azriani menyatakan: “Bahwa Komnas Perempuan didirikan dengan tujuan mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan penegakan hak-hak asasi perempuan di Indonesia, serta meningkatkan upaya pencegahan (preventif) dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan di Indonesia”, paparnya kepada liputanbmi.

Azriani memaparkan lebih lanjut dalam rencana strategis dan arah program Komnas Perempuan, “Tahun 2015 adalah momentum pergantian kepemimpinan di Komnas Perempuan, 15 Komisioner, yang terpilih (4 diantaranya pada periode sebelumnya) memimpin Komnas Perempuan hingga Desember 2019. Ke 15 komisioner melanjutkan peran dan fungsi Komnas Perempuan sebagai, Pemantau dan Pelapor tentang pelanggaran HAM (hak asasi manusia) berbasis gender dan kondisi pemenuhan hak perempuan korban, Pusat Pengetahuan (resource center), Inisiator dan pemicu perubahan serta perumusan kebijakan, Negosiator dan Mediator antara pemerintah dengan komunitas korban, komunitas pejuang hak asasi perempuan, serta sebagai Fasilitator pengembangan dan penguatan jaringan di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional”, demikian jelasnya secara panjang lebar di depan peserta LPJ (laporan pertanggung jawaban) tahunan Komisi Nasional anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Anggaran yang dapat diserap oleh Komnas Perempuan pada tahun 2015 adalah sebesar Rp. 16.745.366.192,- dengan rincian 9.289.139.000 dari APBN, dan dana hibah sebesar 7.456.227.192,-. Pelaksanaan mandat dipimpin oleh 3 pimpinan (Ketua dan dua wakil ketua), 12 anggota komisi yang tersebar dalam 5 sub Komisi (Pendidikan, Reformasi Hukum dan Kebijakan, Pemantauan, Pengembangan Sistem Pemulihan dan Partisipasi Masyarakat), 1 Sekjen dan Badan Pekerja yang tersebar dalam divisi divisi.

Untuk memperkokoh perannya, Komnas Perempuan mentradisikan “Konsultasi Publik” untuk mengkomunikasikan setiap kerja dan hasil capaiannya, dengan tujuan untuk mendapatkan masukan dari mitra strategis dan barometer refleksi atas kerja-kerja yang sudah berjalan serta kerja-kerja strategis ke depan.

LPJ Tahunan Komnas Perempuan diapresiasi oleh berbagai kalangan, dari Komunitas Korban (Perempuan Penghayat, Ardhanary Insitute), Perwakilan Pemerintah (Deputi Perlindungan Perempuan Kementrian Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak, Kemendagri, Kemenkumham, dan Perwakilan CSO/NGO (DPN Forum Pengadaan Layanan bagi Perempuan Korban Kekerasan, Koordinator KKPK, Migrant Institute, BMI-SA, Garda BMI), Ketua KPAI dan Perwakilan Media (Jurnalis Perempuan).

(HDI, 18/12)

Universitas Terbuka Riyadh
-