Berita > Ekosospol
Kontrol Kurang, Calo Bebas Memeras
09 Dec 2015 01:16:10 WIB | Abdul Hadi | dibaca 1735
Ket: ilustrasi
Foto: fb

Bogor, LiputanBMI - Pemerasan adalah salah satu bentuk penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan oleh segelintir orang yang merasa lebih kuat secara fisik. Hal ini seringkali dialami oleh korban yang hampir secara fisik lebih lemah. Biasanya terjadi pada kaum perempuan, usia lanjut (lansia) dan anak di bawah umur.

Aminatus Sa’diyah, 24 tahun, salah seorang perawat di salah satu Rumah Sakit swasta Bhakti Medicare yang berasal dari Kp. Cicurug Caringin Lapang, adalah salah satu korban pemerasan calo sopir Colt angkutan jurusan Bogor-Sukabumi. Aminah diperas di sekitar daerah lampu merah terminal bogor radius 10 M ke arah Sukabumi, sekitar pukul 10.10 WIB dengan modus diminta paksa ongkos terlebih dahulu dengan pembayaran ongkos yang sama, baik jaraknya jauh ataupun dekat.

Pada akhirnya, Aminahpun karena merasa ditekan dan dipaksa, rela membayar jasa angkutan yang seharusnya membayar Rp. 15.000,- menjadi Rp. 25.000,-.

Ketika dikonfirmasi oleh tim LiputanBMI, Edi asal Sukabumi, Sopir yang bertanggung jawab membawa penumpang dari Bogor ke Sukabumi dengan Nomor Polisi F 7828 SB menjelaskan, “saya sebenarnya kurang berkenan dengan cara itu harga segitu (Rp. 25.000), namun sekarang cari penumpang susah, dan akhirnya saya kasih mobil saya ke calo, dalihnya”. Lanjutnya kemudian, “Selain itu kalau saya ngga kasih mobil pada waktu muatan rame, mereka (Sopir calo) suka pada marah, bahkan mencegat, karena mereka ada Geng nya”, paparnya.

“Saya berharap hal ini tidak terjadi pada yang lain, seharusnya para sopir memberlakukan ketetapan surat edaran biaya/ongkos jasa transportasi yang dikeluarkan oleh Dishub (Dinas Perhubungan). Saya menyayangkan aparat tidak ada yang menyelidiki, karena kejadian seperti ini sering terjadi”, jelasnya.

A Rukmana yang mengetahui kejadian tersebut menjelaskan kepada tim liputanbmi via telepon seluler: “Saya sangat menyayangkan kejadian tersebut, seharusnya aparat-aparat terkait pro aktif dan selalu melakukan control di lapangan agar pemerasan yang dilakukan para sopir calo tidak terus terulang. Orang pada begitu susah cari duit, ehh calo gampang bener cari duit, stop premanisme!” ungkapnya diakhir pembicaraan.(HDI)

(HDI, 09/12)

Universitas Terbuka Riyadh
-