Berita > Seputar TKI
Semangat Sinkronisasi, Harapan Kemenlu dan LSM Membangun Upaya Perlindungan yang Lebih Baik
07 Dec 2015 22:47:38 WIB | Abdul Hadi | dibaca 2000
Ket: Royal Kuningan
Foto: A Rukmana

Bogor, LiputanBMI - LiputanBMI, Agenda positif yang direncanakan dan disosialisasikan oleh Kemenlu (Direktorat PWNI & BHI) mendapat apresiasi dari semua peserta LSM (BMI-SA, Migrant Care, Solidaritas Perempuan, SBMI, Migrant Institute, Garda BMI) yang hadir dalam acara 'Diskusi Sinkronisasi Penanganan Kasus' dengan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk Penanganan WNI/TKI yang Bermasalah di Timur Tengah.

“Ada kebutuhan kita untuk duduk bareng, untuk melihat kasus-kasus ini, banyak kasus-kasus yang kita tangani dan mengapa dipilih Arab Saudi dan Timur Tengah? Itu Karena memang ada ke-khas-an kasus-kasus di Arab Saudi dan Timur tengah ” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWI & BHI) Lalu Muhammad Iqbal didepan para peserta diskusi .

Lebih lanjut Ia menjelaskan, kasus-kasus di Malaysia dan Asia Pasifik sudah mempunyai banyak aturan dan peraturannya, serta sudah banyak civil society yang memainkan peran. "Selain itu, karena seluruh proses berlangsung di pengadilan, sehingga tidak ada celah untuk teman-teman LSM bergerak lebih luas, kecuali dalam hal advokasi,” ungkapnya.

"Yang bisa dilakukan teman-teman adalah, bagaimana bisa dan sanggup mendorong publik serta membuat tekanan yang bisa menarik perhatian politik, sehingga ada gereget dari pemerintah yang tadinya kurang perhatian, kurang serius dan setengah hati, pada akhirnya pemerintah menjadi perhatian, serius dan sungguh-sungguh” paparnya.

“Kita harus punya dan ada suatu cara bagaimana mampu menghidupkan dan mengingatkan kasus-kasus ini agar bisa didorong bersama-sama. Walaupun kita punya system, tapi yang menjadi persoalan kan yang menjalankannya manusia. Al Insan Mahallul khoto’ wa al-nisyan” jelasnya.

"Tetapi, kalau kasus-kasus yang ada di Arab Saudi dan Timur Tengah, memang teman-teman LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan keluarga harus ikut membantu kita dari awal, karena ruang antisipasinya besar sekali disitu” ujarnya.

Diskusi tersebut, menurut Iqbal sebagai bentuk semangat yang sedang digalang bersama para ormas untuk menjadi bagian dari proses penyelesaian kasus-kasus yang selama ini sedang dihadapi.

"Karena kasus-kasus yang kita hadapi jauh lebih banyak melampaui dari pada ketersedian sumber daya yang kita miliki, sehingga peran LSM akan sangat membantu dan memudahkan pekerjaan kita, terutama dalam interaksi, komunikasi dan upgrade informasi dengan pihak keluarga. Kita adalah bagian dari semua ini, tidak ada lagi istilah kata kamu-saya, kalian di seberang kanan, kami di seberang kiri, tidak boleh bersebrangan! we are together!" ungkapnya dengan penuh semangat di akhir pembicaraan.

(HDI)
(HDI, 07/12)

Universitas Terbuka Riyadh
-