Berita > Seputar TKI
Program Pemberdayaan Terintegrasi Purna TKI oleh BP3TKI Bandung, Membawa Harapan Baru Warga Karawang
23 Nov 2015 22:10:12 WIB | Abdul Hadi | dibaca 1841
Ket: Peserta Program Pemberdayaan Terintegrasi
Foto: Abdul Hadi

Karawang, LiputanBMI - “Memanggil TKI dari Pahlawan Devisa menjadi Pahlawan Desa”, itulah slogan yang sedang digaungkan oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI sebagai perpanjangan tangan dari BNP2TKI yang dikepalai Delta, SH. MM. Untuk mendukung program tersebut BP3TKI Bandung melakukan program pemberdayaan terintegrasi melalui pelatihan edukasi kewirausaahaan bagi TKI Purna, keluarganya dan TKIB.

Program ini diadakan di Kabupaten Karawang Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon yang meliputi Desa Rawa Gempol Wetan, Sukakerta, Banyusari, Tegal Lurung dan Pasir Jaya dari tanggal 23-28 November 2015. Peserta pelatihan terdiri dari 5 (lima) lokasi/desa, per desa diikuti oleh 25 orang/peserta dengan total keseluruhan 125 orang.

Dalam program pemberdayaan terintegrasinya, BP3 TKI Bandung bermitra dengan LSP-P1 (Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama)/Kabid teaching factory SMKN 1 Cibadak yang bergerak di bidang Teknologi Pangan dan Tehnologi Hasil Pertanian yang diketuai oleh Omit Sumitra.

Delta, SH. MM. menjelaskan, “program ini ditargetkan bagaimana BP3TKI dapat menyerap potensi lokal, memantapkan sikap dan mental Purna TKI, sense of belonging (rasa memiliki) terhadap karya yang diciptakan, inovasi teknologi (bagaimana menciptakan sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai dan atau meningkatkan nilai daya tawar nilai produk yang sudah ada, serta bagaimana menjadikan TKI Purna mampu berwirausaha mandiri”, ungkapnya melalui telepon selular.

Asih, salah satu purna TKI asal Rawa Gempol Wetan yang mengikuti program pemberdayaan terintegrasi ini mengungkapkan, “saya merasa termotivasi dengan pelatihan edukasi ini, saya punya gairah dan semangat baru, saya punya gambaran baru bagaimana memulai usaha bisnis dan bagaimana cara memulai usaha” ungkapnya dengan wajah berseri seri.

Tanti menguatkan,” Saya sebagai Panitia dari BP3TKI berharap bahwa TKI yang sudah menjadi purna TKI, setelah mengikuti program pemberdayaan terintegrasi ini TKI tersebut tidak kembali lagi bekerja ke Luar Negeri, selain tentunya program ini diharapkan dapat menjadi bekal ibu-ibu dalam berwirausaha”, jelasnya.

BMI-SA (Buruh Migran Indonesia-Saudi Arabia) yang diwakili Asep Supriadi, Neng Hany, A Rukmana (Nanang Karawang) dan Andi yang dipercaya menjadi Pendamping program pemberdayaan terintegrasi ini menaruh harapan besar pada program yang dicanangkan BP3TKI ini, “agar purna TKI benar-benar mampu berwirausaha mandiri dan menjadi tumpuan keluarga dengan tanpa harus berangkat keluar negeri”, ungkap Asep Supriadi diakhir pembicaraan dengan tim liputanBMI.

(HDI, 23/11)

Universitas Terbuka Riyadh
-