Berita > Seputar TKI
Korban Berjatuhan, Calo Aman Cari Mangsa
21 Aug 2015 06:57:27 WIB | Abdul Hadi | dibaca 1606
Ket: Korban TPPO
Foto: A Hadi A

Bandung, LiputanBMI - LiputanBMI, Malang benar nasib Cucu Komala binti AJ (31), niat bekerja ke luar negeri demi memperbaiki nasib dan menyekolahkan anak, berujung pulang dari United Arab Emirates (UAE) dengan tanpa hasil.

Perempuan asal Dusun Awi Larangan, Bandung Barat direkrut oleh sponsor/calo dengan diiming-imingi gaji besar. Karena butuh biaya sehari-hari dan biaya anak sekolah, akhirnya Cucu berangkat ke Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Cucu cukup heran, karena tidak ada nama dan alamat PJTKI yang memberangkatkan, yang ada hanya seorang perempuan berinisial AMN.

“Setelah selesai di medical dan membuat passport, saya nunggu di rumah, dan baru setelah tiga minggu, saya dipanggil dan diberitahu akan diterbangkan hari itu, "ucapnya kepada LiputanBMI, Jumat (21/8)
Cucu diberangkatkan oleh PJTKI PT. Duta Insan Pekerja (data dari passport) pada tanggal 10 Agustus 2014, dengan No. Passport A 9317XXX dengan negara tujuan United Arab Emirates (UAE).

Setelah sampai di negara penempatan, Cucu diambil oleh dua orang yang tak dikenal. Sesampainya di suatu tempat, yang dikira Cucu adalah rumah majikannya, ternyata dugaan Cucu salah. Dia ternyata dibawa kesebuah kantor yang hampir mirip maktab istiqdam (kantor perwakilan).

“Saya tidak tahu siapa majikan saya, dan setelah beberapa hari kemudian baru saya dipekerjakan, saya ternyata dijual dengan harga 16000 dirham, dan saya hanya digaji 1000 dirham, " tuturnya.

“Saya bekerja selama 8 bulan, selama bekerja hanya mendapatkan sebulan gaji, lalu saya dipulangkan dengan cara dibohongi. Sekarang Saya pulang tanpa membawa uang satu dirhampun, Cuma pake baju daster kucel dan pake sandal jepit, beruntung saya ketemu Pak Faisal dari Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia (BMI-SA) yang kebetulan sedang transit di Oman, kalau tidak, entah bagaimana saya bisa sampai rumah, " sambungnya dengan suara sedih dan memelas.

Sementara itu Wakil Ketua BMI-SA Faisal Sudrajat mengungkapkan, Cucu merupakan salah satu bentuk korban trafficking (TPPO), karena Cucu diberangkatkan ke UAE sebagai PLRT dalam masa moratorium, tanpa pendidikan, tanpa majikan yang jelas, tanpa PK (perjanjian kerja), dan memanipulasi data paspor.

"Saya sangat menyayangkan terhadap sikap pemerintah yang masih kecolongan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sampai berapa orang lagi mau jatuh korban kayak gini, sementara oknumnya masih bebas berkeliaran, " tanadas Faisal dengan nada geram dan kesal diakhir perbincangan.

(HDI, 21/08)

Universitas Terbuka Riyadh
-