Berita > Miswar
Akibat Lalai, Dua Nyawa Hampir Melayang
25 Jul 2015 04:34:18 WIB | Abdul Hadi | dibaca 1416
Ket: Rambu Larangan Berenang
Foto: Abdul Hadi

Sukabumi, LiputanBMI - LiputanBmi, Pelabuhan Ratu adalah salah satu tempat wisata masyarakat umum yang bisa dijangkau oleh kalangan masyarakat kecil, menengah hingga atas. Tak heran, pada liburan umum dan sekolah, Pelabuhan Ratu menjadi idola tujuan hiburan rakyat kecil yang murah meriah.

Wisatawan berdatangan dari berbagai daerah, mulai dari sekitar penduduk Sukabumi, Bogor, Jakarta hingga Mancanegara. Selain pemandangannya yang indah, bersih dan nyaman, ada juga yang datang untuk mencari kebenaran cerita legenda Ratu Pantai Selatan. Namun dibalik pantainya yang nyaman, tentunya laut bukanlah tempat alternatif yang nyaman untuk berenang, karena gelombang arus dan udaranya bisa membahayakan keselamatan jiwa.

Izil (19) dan Syifa (19) Wisatwan asal Jakarta Timur hampir menjadi korban keganasan ombak laut pantai selatan. Keduanya terbawa arus hingga ke tengah laut +_ 200 m dari permukaan laut. Nyawa keduanya Alhamdulillah tertolong oleh Opick, Dani (Penjaga pantai/Life Guard) dan seorang wisatawan asing bernama Carina yang kebetulan sedang surving. “Begini nih kalau ngga memperhatikan tanda rambu bahaya yang kami pasang, kedua orang ini berenang di daerah terlarang, mereka tidak memperhatikan rambu-rambu bahaya yang kami pasang” ujar Opick dan Dani setengah menghela nafas. Opick berpesan kepada para pengunjung wisata Pelabuhan Ratu “Kami mohon kepada para wisatawan untuk memperhatikan rambu-rambu bahaya yang kami pasang, karena jumlah kami sangat terbatas. Kami hanya berjumlah 50 orang, bertugas mengawasi pantai sepanjang 17 KM , mulai dari Pelabuhan sampai Cibangban” ujarnya.

Pak Hasan (Penjaga dan Pelestari lingkungan pantai kawasan Citepus, Pelabuhan Ratu), salah satu saksi kejadian menambahkan, “kami sangat senang kedatangan para wisatawan, karena membawa rijki tambahan bagi kami. Namun, kadang para wisatawan kalau diomongin suka ngga denger, baru setelah ada kejadian mereka sadar”, tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, mulai dari hari lebaran sampai tadi sore, jumlah korban sebanyak tujuh orang. Tiga orang meninggal dunia (pantai Ujung Kulon), dan empat orang terbawa arus pantai (selamat).

(HDI, 25/07)

Universitas Terbuka Riyadh
-