Berita > Seputar TKI
Depnaker Taiwan Ingatkan Pekerja Migran Jangan Berkendara Sepeda Listrik Setelah Minum, Sanksinya Berat
06 Oct 2020 17:05:38 WIB | Hani Tw | dibaca 201
Ket: Depnaker Taiwan mengingatkan kepada Pekerja Migran Jangan Berkendara Sepeda Listrik Setelah Minum Karena Sanksinya Berat
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Kementerian tenaga kerja (menaker) dalam website resminya (5/10) menjelaskan, saat ini sasaran utama pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi patroli adalah mereka yang setelah minum mengendarai sepeda listrik.

Hal tersebut dilakukan karena pengendara sepeda listrik di Taiwan tidak perlu memiliki Surat izin mengemudi (SIM), harganya juga murah, dan diminati oleh banyak pekerja migran sebagai salah satu alat transportasi.

Namun, karena banyak pekerja migran yang tidak faham dengan peraturan lalu lintas di Taiwan, setelah pulang kerja maupun hari libur mereka mengendarai sepeda listrik untuk berbelanja maupun bertemu dengan teman yang kemudian minum-minuman beralkohol.

Sebagaimana dilansir United Daily News (5/10),akhir-akhir ini banyak sekali pekerja migran setelah minum mengendarai sepeda listrik yang tertangkap oleh polisi, dan setelah dites kadar alkoholnya rata-rata di atas 0.25. Hal tersebut sudah membahayakan keselamatan umum dan termasuk pelanggaran UU ketertiban umum.

Seperti beberapa contoh kasus yang terjadi sebelumnya, banyak pekerja migran yang akhirnya dicabut izin kerjanya karena mengendarai sepeda listrik setelah minum kemudian tertangkap dengan kadar alkohol di atas 0.25. Setelah selesai proses hukumnya, mereka akan dideportasi dari Taiwan dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, pekerja migran tidak akan diizinkan lagi bekerja di Taiwan.

Oleh karena itu, Kemenaker menghimbau para pengusaha untuk lebih memperhatikan kondisi kehidupan para pekerja migran di Taiwan. Terkait perilaku kebiasaan minum-minum mereka setelah bekerja, mengingatkan mereka supaya minum secukupnya, dan lebih banyak mempublikasikan aturan lalu lintas di Taiwan. Selain itu, mengingatkan pekerja migran bahwa mereka harus menghindari berkendara sepeda listrik setelah minum.

Sebagaimana sering kita lihat spanduk di tepi jalan yang bertuliskan 喝酒不開車,開車不喝酒 (baca: Hē jiǔ pù kāichē, kāichē pù hē jiǔ) yang artinya "kalau minum jangan mengemudi, kalau mengemudi jangan minum", dan ini sudah menjadi konsensus sosial. Tidak peduli warga lokal maupun pendatang apabila setelah di tes kadar alkohol lebih dari 0.25 maka akan diproses secara hukum.
(HNI/IYD, 06/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-