Berita > Seputar TKI
Divonis Infeksi Usus Buntu dan Harus Segera Operasi, PMI Asal Lampung Tak Jadi Pulang
08 Sep 2020 09:52:51 WIB | Hani Tw | dibaca 183
Ket: Sudarwati saat dibawa ke RS untuk melakukan pemeriksaan dengan didampingi Faisal Soh
Foto: Faisal Soh
Taipei, LiputanBMI - Seorang PMI asal Lampung, Sudarwati (40th) terkena penyakit infeksi usus buntu yang cukup parah setelah dibawa ke salah satu RS di Taoyuan pada 7 September kemarin untuk dilakukan pemeriksaan.

Sebagaimana ditulis Faisal Soh dalam Fans Page-nya (8/9), ia mengetahui hal itu karena dialah yang mengantar dan mendampingi Sudarwati ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

"Mbak Sudarwati bukan saja menderita infeksi pada usus buntu, tetapi telah terjadi infeksi cukup parah sampai pengendapan nanah serta ada sobekan kecil pada usus besarnya, "jelas Faisal.

Lebih lanjut Faisal mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, pihak RS tidak mengizinkan Sudarwati pulang namun harus langsung rawat inap untuk dilakukan operasi secepatnya.

Adapun untuk biaya operasinya juga cukup besar, diperkirakan di atas NTD 70.000, sementara Sudarwati tidak memiliki askes.

Menurut Faisal, awalnya Sudarwati sempat putus asa setelah ia mengetahui hasil rontgen pertama yang dilakukan di RS swasta.

Ia memilih ingin berobat di Indonesia karena alasan keterbatasan biaya dan juga karena anjuran keluarganya. Sudarwati kemudian mengadukan permasalahanya ke Faisal.

Karena Faisal tidak yakin dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan di RS sebelumnya, kemudian Faisal membawa Sudarwati ke RS milik pemerintah di Taoyuan untuk melakukan pemeriksaan lagi.

"Saya pribadi kurang yakin dengan hasil check up rumah sakit tersebut, akhirnya saya mengambil keputusan lain. Saya membawa dia pergi melakukan pengecekan lagi ke RS yang lebih besar milik pemerintah area Taoyuan, "ungkap Faisal.

Faisal menjelaskan, karena untuk pengoperasian diperkirakan akan memakan biaya cukup besar, kemungkinan lebih dari NTD 70.000, sedangkan Sudarwati tidak memiliki askes, Faisal sangat mengharapkan uluran tangan dari teman-teman.
(HNI/IYD, 08/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-