Berita > Seputar TKI
PMI Raih Penghargaan TKA Teladan 2020 di Taiwan, Dia Sudah Seperti Anak Kandung Sendiri
14 Aug 2020 12:09:12 WIB | Hani Tw | dibaca 411
Ket: PMI Raih Penghargaan TKA Teladan 2020 di Taiwan, Dia Sudah Seperti Anak Kandung Sendiri
Foto: Liberty Times Net
Taipei, LiputanBMI - Pekerja migran Indonesia (PMI) Ulan Oktaviani menerima Penghargaan TKA Teladan yang diadakan oleh depnaker New Taipei City pada 13 Agustus 2020 kemarin.

Walikota new Taipei New Taipei City Hou You-yi (侯友宜) mengatakan, sebagai ungkapan terimakasih kepada pekerja migran dimana kehadiran mereka telah banyak membantu meningkatkan perekonomian di Taiwan, dalam rangka memperingati Hari Buruh yang jatuh setiap 1 Mei setiap tahunnya mengadakan Kontes pemilihan TKA.

Akan tetapi, untuk tahun ini dikarenakan adanya wabah pandemi Covid-19 penyerahan penghargaan ditunda hingga tanggal 13 Agustus kemarin.

Menurutnya, dari peserta yang tahun ini berjumlah 249 orang, selain pekerja migran yang bekerja di New Taipei City, peserta lainnya yang ikut pemilihan adalah agensi, sopir taxi, sopir bis, pemilik perusahaan juga relawan.

Adapun untuk kategori pekerja migran teladan yang mendapatkan penghargaan adalah Ulan oktaviani. Seorang PMI yang sudah bekerja di Taiwan selama enam tahun.

Dilansir Liberty Times Net (13/8), Ulan yang bekerja sebagai perawat pasien, awalnya ia menjaga Akong sampai Akongnya meninggal. Kemudian ia ganti job dengan menjaga Ama yaitu istri Akong yang dijaga sebelumnya.

Kondisi Ama sudah tidak bisa berjalan dengan sempurna. Suatu hari Ama terjatuh dan mengalami kesulitan untuk bernafas. Dengan cekatan Ulan segera memanggil ambulan untuk membawa Ama ke rumah sakit, dan setelah melalui pengobatan serta kesungguhan Ulan dalam menjaga Ama, dalam waktu beberapa hari Ama sudah sembuh.

Majikan Ulan berterimakasih dan terharu atas ketulusan Ulan yang telah menyelamatkan nyawa Ama. Atas dasar itulah majikan Ulan kemudian mendaftarkannya untuk mengikuti kontes pemilihan TKA Teladan New Taipei City.

Pada saat penerimaan penghargaan, Ama mengatakan kalau Ulan bukan orang luar (pendatang) namun Ulan adalah sudah seperti anak perempuan yang Paling kecil di keluarga mereka.
(HNI/IYD, 14/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-