Berita > Info Penting
40% Kecepatan Sepeda Listrik di Taiwan Melebihi Batas Dianggap "Macan Kota" Baru, Hati-hati Berikut Dendanya
08 Aug 2020 22:21:20 WIB | Hani Tw | dibaca 1159
Ket: 40% Kecepatan Sepeda Listrik di Taiwan Melebihi Batas Dapat Julukan Macan Kota, Hati-hati Berikut Dendanya
Foto: Liberty Times Net
Taipei, LiputanBMI - Beberapa tahun terakhir jumlah sepeda listrik di Taiwan bertambah, dan penggunanya yang Paling banyak adalah orang tua, anak remaja, termasuk juga pekerja migran. Mereka memilih sepeda listrik selain merupakan alat transportasi yang mudah dikendarai, harganya juga murah.

Dilansir Liberty Times Net (8/8), survey dari Yayasan Konsumen menunjukkan bahwa 40% kecepatannya sudah melampaui 25 kilometer perjam. Hal tersebut sudah merupakan pelanggaran kecepatan dalam mengendarai sepeda listrik.

Yayasan Konsumen mengimbau kepada pemerintah untuk memperkuat pengelolaan produksi sepeda listrik ilegal, memperkuat penyelidikan modifikasi kendaraan, dan jangan membiarkan sepeda listrik menjadi "macan kota" lain dan identik dengan alat transportasi berbahaya.

Sementara itu, kementerian Perhubungan menyatakan bahwa telah ada tinjauan secara terus menerus atas spesifikasi yang relevan dari sepeda listrik.

Pada bulan Oktober tahun 2019, pemberlakuan peraturan dan denda bagi sepeda listrik yang kecepatannya melebihi 25 kilometer per jam akan didenda NTD 900~ NTD 1.800, bagi pengendara yang tidak memakai helm dapat dikenakan denda NTD 300.

Selain itu, denda NTD 1.800 sampai NTD 5.400 bagi yang memodifikasi sepeda listrik ilegal, serta denda mulai NTD 3.600 hingga NTD 10.800 untuk pengendara sepeda listrik yang tidak diverifikasi dan dikendarai di jalan raya.

Menurut kementerian perhubungan, kecuali peraturan diatas yang sudah direalisasikan saat ini, untuk ke depannya akan ada perencanaan terhadap pengelolaan penggunaan sepeda listrik.

Adapun perencanaan yang dimaksud antara lain memiliki pelat nomor eksklusif seperti mobil dan sepeda motor, asuransi kendaraan bermotor wajib dan bisa diterapkan, bisa mempraktikkan peraturan dengan baik, membatasi pengendara di atas 14 tahun.

Kementerian Perhubungan menargetkan bisa menghasilkan draft di atas dalam waktu satu bulan.
(HNI/IYD, 08/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-