Berita > Info Penting
TCESIA Terima Penghargaan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Thailand di Taipei
06 Aug 2020 18:31:55 WIB | Hani Tw | dibaca 184
Ket: TCESIA Terima Penghargaan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Thailand di Taipei
Foto: TCESIA
Taipei, LiputanBMI - Taoyuan City Employment Service Institute Association (TCESIA) mendapat penghargaan dari Kepala Bidang Ketenagakerjaan Kantor Dagang dan Ekonomi Thailand di Taipei pada 5 Agustus 2020 di hotel Fulong Taoyuan.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai ucapan terimakasih karena TCESIA melalui pengacaranya telah berhasil membantu mendampingi pekerja migran asal Thailand yang terkena kasus hukum di Taiwan.

Dalam sambutannya, ketua TCESIA Hwang Gao-Jie mengatakan, selama tahun 2019 jumlah kasus yang masuk dari 4 negara pengirim pekerja migran, kasus paling banyak adalah kasus dari pekerja migran Indonesia yang mencapai 52%.

Dari kasus-kasus yang ditangani TCESIA, menurut Hwang Gao-Jie, 32% diantaranya adalah kasus penipuan dengan menyalah gunakan kartu simcard milik pekerja migran.

Hwang Gao-Jie juga mengingatkan kepada agensi, apabila menemui anak buahnya (pekerja migrant) mengalami masalah atau tersangkut hukum, sebaiknya segera melapor kepada perwakilan TCESIA di masing-masing wilayah. Mereka akan sesegera mungkin mengajukan permohonan pengacara untuk memdampingi dalam menindaklanjuti kasusnya hingga selesai.

TCESIA merupakan asosiasi institute pelayanan Ketenagakerjaan di Taoyuan City, dimana anggotanya adalah perusahaan jasa atau agensi di Taiwan yang dibentuk dan didirikan pada tahun 2017 lalu.

Menurut TCESIA, pekerja migran setelah masuk ke Taiwan mereka belum memahami peraturan hukum di Taiwan, jadi apabila terkena kasus hukum selain kurangnya kemampuan berbahasa mereka akan tertekan dan akan mempengaruhi kondisinya saat bekerja. Mereka tidak mengetahui bagaimana mengatasi masalahnya dan harus minta bantuan ke mana.

Sebelumnya, pada tahun 2004 Taiwan juga telah membentuk lembaga bantuan hukum gratis dan menyediakan layanan dalam berbagai bahasa. Selain itu, juga telah disiapkan beberapa pengacara yang siap membantu mendampingi pekerja migran maupun pendatang asing yang bermasalah.
(HNI/IYD, 06/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-