BNI Saudi Arabia
Berita > Seputar TKI
PMI Terinfeksi HIV/Aids Dicari Otoritas Taiwan, Ia Dikabarkan Punya Empat Pacar Orang Taiwan
11 Jul 2020 14:38:46 WIB | Hani Tw | dibaca 9844
Ket: PMI terinfeksi HIV di Taiwan sedang dicari otoritas Taiwam
Foto: Internet
Chiayi, LiputanBMI - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang masih berusia 20 tahun lebih dan berstatus ilegal, saat ini sedang hamil enam bulan dikabarkan terkena virus HIV/Aids.

Kabar tersebut terungkap setelah PMI tersebut diantar dua orang teman pria dan satu wanita pergi ke klinik kandungan di daerah Yunlin County untuk mencoba melakukan aborsi pada 8 Juni lalu dengan menggunakan kartu askes milik temannya.

Pada saat itu dokter mengetahui kalau umur kandungan PMI itu sudah enam bulan, dan menyarankan supaya jangan melakukan aborsi. Namun dokter juga mengambil sampel darah untuk memeriksanya.

Dari hasil tes darah ditemukan bahwa PMI tersebut terinfeksi virus HIV/Aids. Dokter segera mengabarkan hal ini kepada departemen kesehatan Yunlin.

Dilansir Liberty Time News (11/7), PMI itu mempunyai empat pacar orang Taiwan dan menurut unit kesehatan, dalam pelacakan awal mengatakan bahwa keempat pria itu tinggal di Chiayi namun karena PMI tersebut tidak diketahui keberadaannya maka identitas dari ke empatnya belum bisa dilacak.

Awalnya, Biro Kesehatan Kabupaten Yunlin sempat melacak identitas pemilik yang dipakai untuk periksa ke dokter, ternyata pemilik identitas aslinya dikabarkan tidak hamil.

Kepala Biro Kesehatan Kabupaten Yunlin Zhao Wen-hua (趙紋華) meminta kepada siapa saja yang pernah berhubungan intim dengan PMI ini untuk segera cek kesehatan ke rumah sakit, karena sangat beresiko tinggi terinfeksi virus HIV.

Zhao Wen-hua juga mengatakan, selain meminta departemen imigrasi dan unit lain untuk membantu melacak keberadaan PMI tersebut, dia juga meminta menerjemahkan berita ini ke bahasa Indonesia untuk disebarluaskan, serta meminta kepada PMI tersebut untuk segera menyerahkan diri.

Selain itu, Biro kesehatan juga telah menyiapkan tempat penampungan khusus untuk PMI tersebut sebagai tempat melahirkan. Diharapkan supaya PMI itu secepatnya menghubungi biro kesehatan.

Sementara itu, tim lapangan dari tim khusus Departemen Imigrasi menyatakan bahwa mereka akan melakukan segala upaya untuk menemukan keberadaan PMI tersebut dan berharap untuk bisa menemukan secepatnya.

Sebagaimana diketahui, PMI tersebut hampir tiap minggu pergi ke Chiayi untuk menemui empat pacarnya, setelah melakukan hubungan intim, pacar PMI ini akan selalu memberikan uang.

Yang dikhawatirkan adalah karena sudah dianggap sebagai mata pencaharian untuk mencari uang, PMI itu bukan hanya dengan empat pria Taiwan tersebut menjalin hubungan akan tetapi dengan pria-pria lain demi mendapatkan uang, maka semakin banyak pula ia menyebarkan penularannya.

Diharapkan kepada warga negara Indonesia di Taiwan, apabila mengenal atau mengetahui keberadaan PMI itu diminta kerjasamanya untuk melaporkan ke instansi terkait.
(HNI/IYD, 11/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-