BNI Saudi Arabia
Berita > Ekosospol
Imigrasi Malaysia Ancam Batalkan Permit Pekerja Asing yang Beri Informasi Kurang Tepat
07 Jul 2020 20:44:10 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1988
Ket: Ketua Pengarah JIM
Foto: Berita Harian
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) memberi peringatan akan membatalkan (mencabut) pas atau permit warga asing apabila terbukti memberi informasi/pernyataan yang kurang tepat kepada media.

Hal tersebut terkait pemberitaan media Al Jazeera bertajuk 'Locked Up in Malaysia's Lockdown' yang menyebut operasi JIM semasa Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) sebagai rasis dan tidak berperikemanusiaan.

Ketua Pengarah JIM, Datuk Khairul Dzaimee Daud, mengingatkan pemegang pas atau permit jangka panjang seperti pas penggajian, pas lawatan kerja sementara (permit kerja) dan pas residen supaya berhati-hati ketika mengeluarkan pernyataan kepada media.

"Mereka berdepan risiko pembatalan pas dan akan diminta meninggalkan negara ini serta-merta, jika kenyataan berkenaan tidak tepat dan bertujuan memburuk-burukkan imej Malaysia," kata Datuk Khairul sebagaimana dilansir Bernama, Senin (6/7).

Lebih lanjut Datuk Khaerul mengatakan, laporan Al Jazeera yang menyebut operasi yang dilakukan JIM sebagai rasis dan tidak berperikemanusiaan adalah tidak benar kerana tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

"Operasi Imigresen di sekitar Jalan Masjid India pada 1 Mei lalu memeriksa sebanyak 3,352 warga asing. Namun jumlah yang ditahan untuk siasatan lanjut hanya 586 orang.

"Kerajaan Malaysia juga memberi perawatan secara percuma (gratis, Red) kepada 773 warga asing yang didapati positif COVID-19 di Depot Tahanan Imigresen (DTI) dan terdapat kedutaan asing yang memuji tindakan ini serta mengucapkan terima kasih," kata Datuk Khaerul kepada Bernama.

(FK/FK, 07/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-