BNI Saudi Arabia
Berita > Seputar TKI
Pekerja Migran yang di Karantina di Taiwan Bisa Ajukan Kompensasi, Berikut Syaratnya
20 Jun 2020 21:54:11 WIB | Hani Tw | dibaca 1480
Ket: Pekerja Migran yang di Karantina di Taiwan Bisa Ajukan Kompensasi, Berikut Syaratnya
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Mulai tanggal 17 Juni 2020 kemarin baik warga negara Taiwan atau warga pendatang pemegang ARC yang pernah diisolasi atau dikarantina sudah mulai mengajukan kompensasi pencegahan epidemi.

Dilansir Niaglobalnews (19/6) ketentuan untuk bisa mendapatkan kompensasi adalah mereka yang diisolasi/dikarantina atau mereka yang menjaga orang yang isolasi/dikarantina sehingga tidak dapat mengurus dirinya sendiri dan harus tetap mematuhi peraturan pencegahan epidemi.

Selama masa isolasi atau karantina, mereka tidak melanggar peraturan terkait isolasi atau karantina, juga tidak melanggar protokol pencegahan epidemi yang ditetapkan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan (CECC).

Selain itu, untuk memenuhi persyaratan klaim kompensasi lainnya adalah selama menjalani karantina mereka tidak menerima gaji, tidak menerima subsidi yang sifatnya sama seperti disyaratkan oleh undang-undang dan peraturan lainnya.

Wakil direktur seksi Bantuan dan Pekerjaan Sosial dari Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan, Su Zhao-ru (蘇昭如), target penerima kompensasi, kondisi kelayakan, metode, jumlah, atau prosedur serta hal-hal terkait lainnya untuk distribusi kompensasi harus disesuaikan dengan Peraturan Khusus untuk Pencegahan dan Rehabilitasi Khusus Infeksi Pneumatik Parah.

Menurut Su Zhao-ru, adapun langkah-langkah operasionalnya harus ditentukan oleh otoritas kesehatan pusat dengan berkonsultasi dengan otoritas terkait.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengatakan, baik itu warga lokal maupun warga asing pemegang ARC setelah masa isolasi/karantina selesai saat itu juga bisa langsung mengisi formulir pengajuan kompensasi ke petugas isolasi/karantina setempat atau bisa juga melalui online untuk menghemat waktu dan antrian.

Jika memiliki pertanyaan terkait kompensasi pencegahan epidemi dapat menghubungi hotline konsultasi kesejahteraan dengan nomor telpon 1957, pelayanan gratis dimulai dari jam 8 pagi hingga jam 10 malam setiap hari.
(HNI/IYD, 20/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-