BNI Saudi Arabia
Berita > Seputar TKI
Divonis Sakit Anemia Aplastic di Taiwan, Nina Butuh Dana Sebesar NTD 400.000
27 May 2020 22:30:03 WIB | Hani Tw | dibaca 2124
Ket: Divonis Sakit Anemia Aplastic, Nina PMI di Taiwan Butuh Dana Sebesar NTD 400.000
Foto: TIWA
Taipei, LiputanBMI - Seorang PMI asal Indramayu, Nina Herlina (23th) yang didiagnosis penyakit anemia aplastic oleh dokter saat ini membutuhkan biaya sekitar NTD 400.000 untuk mendatangkan keluarganya guna melakukan transplantasi sumsun tulang.

Jika dalam satu dua tahun Nina terinfeksi bakteri, maka akan dengan mudah mengeluarkan darah yang banyak dan kemudian bisa meninggal dunia. Salah satu cara untuk menyelamatkan nyawa Nina adalah dengan melakukan transplantasi sumsun tulang.

Menurut TIWA, yang selama ini menangani kasus Nina, kemungkinan besar yang cocok untuk menjadi pendonor adalah kedua adiknya yang berumur 6 tahun dan 14 tahun, namun posisi mereka di Indonesia.

TIWA bermaksud mendatangkan kedua adiknya dan ibu Nina, sementara untuk mendatangkan mereka ke Taiwan diperkirakan menghabiskan biaya sekitar NTD 400.000 atau sekitar Rp 196.000.000.

Melalui web resminya (27/5) TIWA menuliskan, adapun perincian dari uang tersebut digunakan untuk biaya pengurusan dokumentasi, transportasi, akomodasi, makanan dan biaya pengobatan.

Biaya sebesar ini tidak sanggup ditanggung oleh sebuah organisasi kemasyarakatan seperti TIWA.

Untuk itu, TIWA yang selama ini jarang membuka penggalangan dana demi masalah individu, namun kali ini demi menyelamatkan nyawa Nina, TIWA memutuskan untuk membuka penggalangan dana.

Sebenarnya TIWA sudah menelepon beberapa organisasi sosial, dan Yayasan seperti Tzu Chi, Fu Bang, Ping Guo.dll, namun mereka hanya memberikan bantuan kepada penduduk baru (pengantin asing), dan tidak ada bantuan untuk pekerja migran.

Terakhir, TIWA hanya mendapatkan bantuan darurat dari pemerintah sebesar NTD 5.000. Melalui media sosial ini, berharap ada teman-teman sesama pekerja yang merasa senasib atau ada dermawan yang mau menyisihkan sedikit uangnya untuk membantu meringankan beban Nina.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pada awal Januari lalu, masa menstruasi Nina tidak normal. Ia mengalami pendarahan yang hebat hingga keluar dari hiding dan gusi.Karena kehilangan banyak darah, Nina sering mengalami kepala pusing. Bulan Februari, sempat beberapa kali pingsan dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit, dokter mengira Nina ada kemungkinan terkena penyakit anemia aplastic.

Awalnya setelah mengetahui penyakit Nina, agen mau memulangkannya. Akhirnya Nina meminta bantuan TIWA. Setelah melalui beberapa kali perjuangan akhirnya Nina bisa tetap tinggal di Taiwan untuk berobat, serta melalui bantuan relawan Rumahku Nina mendapatkan dokter yang serius dan berhati baik terhadap Pekerja Migran.

Kemudian TIWA melakukan pemeriksaan yang lebih detail lagi dan sudah dipastikan Nina terdiagnonsa anemia aplastic. Singkat kata, sumsum tulang Nina tidak bisa memproduksi sel daral merah, sel darah putih dan trombosit sehingga mudah mengeluarkan darah, dan bisa dikarenakan kekurangan sel darah putih sehingga mudah terinfeksi dan menyebabkan kematian.

Pada saat pemeriksaan, angka sel darah merah, sel darah putih dan trombosit Nina berada dibawah normal, sudah sampai tahap berbahaya.

Dokter mengatakan, ini sudah dalam keadaan darurat dan harus segera melakukan transplantasi sumsun tulang, jika tidak, dalam satu dua tahun jika Nina terinfeksi bakteri maka akan mudah mengeluarkan darah yang banyak dan bisa menyebabkan kematian. Tetapi jika transplantasi berhasil maka ada 90% Nina bisa kembali hidup normal.
(HNI/IYD, 27/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-