BNI Saudi Arabia
Berita > Seputar TKI
Kolaborasi 3 Ormas Indonesia di Malaysia Salurkan 1000 Paket Sembako kepada PMI Terdampak PKP
15 May 2020 20:12:09 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 767
Ket: pembagian paket sembako oleh kolaborasi 3 ormas
Foto: Gusdurian Malaysia (Mahfud)
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Tiga ormas Indonesia, yaitu Gusdurian, Ansor, dan Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia telah berkolaborasi untuk menyalurkan bantuan paket sembako kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampak kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).

Selama sekitar tiga minggu terakhir ini, kolaborasi ketiga ormas tersebut berhasil menyalurkan 1000 paket sembako kepada PMI di berbagai lokasi.

Salah satu pengurus Gusdurian Malaysia, Mahfud Tejani mengatakan, 1000 paket sembako tersebut telah disalurkan dalam tiga tahap.

“Tahap pertama 300 paket, kedua 400 paket, dan hari ini kami salurkan 300 paket sembako untuk kawan-kawan PMI di kawasan Balakong dan Kajang, Selangor,” kata Mahfud kepada LiputanBMI, Jumat (15/5).

pembagian paket sembako oleh kolaborasi 3 ormas
Ket. foto: pembagian paket sembako oleh kolaborasi 3 ormas
Sumber foto: Gusdurian Malaysia (Mahfu
.
Meskipun kebijakan PKP untuk menangani wabah virus corona di Malaysia telah sedikit dilonggarkan dengan adanya perubahan istilah PKP menjadi PKP Bersyarat (PKPB), kata Mahfud, masih banyak PMI yang belum bisa bekerja.

“Kami masih banyak mendapat pengaduan terkait permintaan bantuan paket sembako karena mayoritas kawan-kawan PMI masih belum bisa bekerja,” katanya.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan, paket sembako yang didistribusikan kolaborai tiga ormas tersebut berasal dari penggalangan dana Gusdurian Peduli di Indonesia dan dari donasi di kitabisa.com.

Saat ini, menurut Mahfud, kendala yang dihadapi para ormas Indonesia di Malaysia adalah semakin berkurangnya jumlah donasi. Padahal, permintaan bantuan paket sembako masih terus ada karena PKPB telah diperpanjang hingga 9 Juni 2020.

“Untuk saat ini, kendala yang dihadapi para ormas adalah semakin menurunnya jumlah donasi, sedangkan PKPB masih terus berjalan,” pungkasnya.
(FK/FK, 15/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-