BNI Saudi Arabia
Berita > Seputar TKI
Menyebarkan Berita Palsu di Facebook, Seorang Warga Taiwan Keturunan Indonesia Harus Berurusan Dengan Polisi
14 Mar 2020 22:06:14 WIB | Hani Tw | dibaca 6021
Ket: Menyebarkan Berita Palsu di Facebook, Seorang WNI Harus Berurusan Dengan Polisi Taiwan
Foto: Epochtimes
Taipei, LiputanBMI - Seorang pria warga Taiwan keturunan Indonesia atau Hsin Chu Ming yang tidak disebutkan namanya terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib karena telah dianggap menyebarkan berita palsu melalui akun Facebooknya beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir media epochtimes (14/3/2020) pria tersebut dalam status Facebooknya membuat postingan yang bertuliskan bahwa PMI Ilegal yang terjangkit virus Corona kasus ke-32 pernah makan di toko **** dengan melampirkan foto PMI tersebut.

"Yang kenak virus Corona ini, pernah makan di toko ****, selalu hati-hati ya teman-teman, "demikian tulisan kalimat dipostingan Facebook WNI tersebut.

Tidak disangka postingan tersebut dishare oleh orang Taiwan bermarga Lin di group Facebook "我是樹林人" baca: Wo She Shulin Ren artinya saya orang Shulin.

Dalam sharingnya, orang Taiwan tersebut menambahkan caption dengan tulisan bahasa mandarin yang artinya semua warga supaya berhati-hati karena PMI dengan status Ilegal dan terjangkit COVID-19 tinggal di daerah Shulin. Siapapun yang melihatnya supaya segera melaporkan karena bisa tertular.

Berawal dari sinilah pemilik toko merasakan dampak dari kedua postingan tersebut dan melaporkan ke pihak berwajib.

Akhirnya kedua orang tersebut dipanggil oleh polisi untuk diinterograsi.

Dalam pengakuannya WNI mengatakan kalau dia hanya bermaksud sharing dan menyebarkan berita terkait adanya PMI yang terjangkit COVID-19. Sementara orang Taiwan menshare postingan dari WNI tanpa mencari informasi akurat dari berita tersebut.

Akibat tindakan kedua orang itu, toko yang disebutkan dalam postingan mereka berdua mengalami kerugian karena pembelinya berkurang.

Petugas polisi mengatakan, dua orang yang terlibat dalam kasus ini diminta untuk menghapus postingannya dan mereka masing-masing juga telah menyelesaikan secara damai kepada pemilik toko.

Akan tetapi, karena mereka dianggap telah mempengaruhi dan meresahkan masyarakat, mereka sudah melanggar Peraturan Khusus tentang Pencegahan dan Bantuan Khusus penularan Pneumonia yang Parah pasal 14 tentang Kejahatan Penyebaran Informasi palsu.

Hingga saat ini, kasusnya sudah dipindahkan ke Kejaksaan New Taipei City untuk di investigasi.
(HNI/IYD, 14/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-