Berita > Seputar TKI
Kasihan, PMI Asal Tulungagung Sebulan Lebih Belum Sadarkan Diri Akibat Tertabrak Mobil di Taiwan
24 Feb 2020 15:21:37 WIB | Hani Tw | dibaca 10527
Ket: Kondisi PMI asal Tulungagung, Catur yang tertabrak mobil travel, sebulan lebih belum sadarkan diri
Foto: TCESIA
Hsinchu, LiputanBMI - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung, Jawa Timur, Catur (28th) yang mengalami kecelakaan tertabrak mobil travel akhir Januari lalu sudah sebulan lebih dalam keadaan koma di rumah sakit Hsinchu, Taiwan.

Demikian dijelaskan oleh Sekretaris Jenderal National Federation of Employment Service Association (NFESA) Taiwan Muriel Yu kepada tim LiputanBMI Senin (24/2/2020) setelah menjenguk Catur.

"Hari ini saya menjenguk A Fan (panggilan lain Catur), keadaannya sangat kritis, hidupnya tergantung pada peralatan medis, kasihan sekali dia baru berusia 28 tahun, "jelas Muriel Yu.

Sejak kecelakaan liburan Imlek lalu, lanjut Muriel Yu, A Fan tidak sadarkan diri atau koma hingga sekarang. Tidak ada respon sedikitpun saat ia mengajaknya bicara.

Menurut Muriel Yu, apabila dipulangkan dalam keadaan seperti itu, untuk biaya pesawat, dokter dan suster pendamping saja diperkirakan menelan biaya NTD 2.000.000 atau 900juta rupiah lebih, belum lagi biaya perawatan di rumah sakit Indonesia nantinya.

Selain itu, Muriel Yu yang juga sebagai pengacara dari Catur akan mengusahakan supaya ia bisa mendapatkan haknya serta akan mengajukan kompensasi.

"Saya benar-benar akan mengupayakan untuk membantunya semaksimal mungkin, kasihan sekali, "ucap Muriel Yu yang selama ini sudah banyak membantu mendampingi PMI yang bermasalah di Taiwan.

Ketika ditanya apakah agensi sudah mendatangkan keluarga Catur ke Taiwan. Muriel mengatakan kalau tidak ada halangan Minggu depan ayahnya akan tiba di Taiwan.

"Tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan ayahnya nanti setelah melihat kondisi anaknya seperti itu. Mudah-mudahan ada mukjizat untuk kesembuhan Catur, "pungkasnya.
(HNI/IYD, 24/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-