Berita > Seputar TKI
Pekerja Migran Masuk Taiwan Transit Hongkong Tidak Lakukan Hal Berikut Akan Didenda NTD 150.000
13 Feb 2020 22:14:10 WIB | Hani Tw | dibaca 2949
Ket: Diduga Keracunan Gas Monoksida, Pekerja Migran di Taiwan Masuk Rumah Sakit
Foto: Dokumen pribadi
Taipei, LiputanBMI - Sesuai peraturan pencegahan epidemi, pekerja migran yang memasuki Taiwan melalui transit Cina, Hong Kong, dan Makau harus melakukan karantina rumah selama 14 hari. Apabila mereka tidak mau bekerja sama atau melanggarnya, akan dikenakan denda maksimal NTD 150.000, selain itu majikan juga harus bertanggung jawab dan bisa didenda hingga NTD 300.000.

Dilansir oleh Liberty Times Net, Rabu (12/2/20), Badan Pengembangan Tenaga Kerja dari Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menjelaskan, ada tiga aplikasi pertanyaan yang sering menjadi pertanyaan sebagai dampak adanya epidemi ini.

Pertama, para pekerja migran yang transit melalui Cina, Hong Kong dan Makau, sesuai dengan peraturan pencegahan epidemi harus melakukan karantina rumah selama 14 hari.

Mereka dilarang naik transportasi umum menuju tempat karantina atau mencari perawatan medis. Tidak diperbolehkan keluar dari tempat karantina atau pergi bekerja. Disarankan supaya majikan mencari pesawat yang jadwal penerbangannya langsung atau transit ke tempat lain untuk memasuki Taiwan.

Kedua, melakukan pemeriksaan kesehatan dalam waktu 3 hari setelah memasuki negara tersebut. Apabila pemeriksaan kesehatan tidak dapat diselesaikan dikarenakan lamanya karantina 14 hari, maka pemeriksaan kesehatan dilakukan dalam waktu 3 hari setelah masa karantina selesai.

Ketiga, menurut Departemen Pengembangan Tenaga Kerja dari Kementerian Tenaga, jika pekerja migran melanggarnya, sesuai ketentuan Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular bisa dikenakan denda hingga NTD 150.000.

Adapun majikan atau agen juga harus bertanggung jawab, mereka dianggap tidak melakukan kwajibannya dengan baik, dan termasuk melanggar UU Layanan Ketenagakerjaan, Akan dikenakan denda maksimal NTD 300.000, izin perekrutan pekerja migran dicabut, dan diblacklist selama dua tahun tidak diperbolehkan merekrut pekerja asing.
(HNI/IYD, 13/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-