Berita > Seputar TKI
Muslimat NU Saudi Arabia Minta Menaker Cabut Izin PT Inti Jaffarindo
10 Nov 2019 20:48:46 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2341
Ket: Pelantikan pengurus PCI Muslimat NU Saudi Arabia di Balai Nusantara, Jeddah
Foto: PCINU Saudi Arabia
Jeddah, LiputanBMI - Pengurus Muslimat NU Saudi Arabia, Hartatik Harjo meminta Kemenaker RI menjatuhkan sanksi tegas kepada PT Inti Jaffarindo. Pada akhir Oktober 2019, Direktorat PPTKLN dan Direktorat PNKJ Kemenaker RI menemukan 42 calon PMI yang ditampung PT Inti Jaffarindo, diduga akan diberangkatkan secara non prosedural ke negara Timur Tengah.

"Sanksi yang tepat yaitu mencabut izin usahanya serta mengeluarkan dari pelaksana SPSK PMI ke Saudi Arabia. Kalau perlu penjarakan pihak PT Inti Jaffarindo. Karena hal ini dapat dikatagorikan perdagangan manusia," ujar Hartatik sebagaimana rilis yang diterima LiputanBMI, Minggu (10/11/2019).

Berdasarkan Surat Dirjen Binapenta Kemeaker RI nomor B-3/12139/PK.02.00/IX/2019, PT Inti Jaffarindo tercantum sebagai salah satu P3MI pelaksana SPSK PMI ke Saudi Arabia.

"Mempertahankan keberadaan PT tersebut akan mencoreng dan merusak tatanan program SPSK PMI ke Saudi Arabia. Karena belum terlaksana saja, PT IJ telah melakukan pelanggaran. Sebagai anggota Muslimat dan Fatayat NU di Saudi Arabia, kami pun menaruh harapan kepada Ibu Ida Fauziyah selaku Menaker RI bertindak tegas," sambungnya.

Hartatik juga mengaku mendapat beberapa laporan dari keluarga PMI korban pengiriman non prosedural yang diberangkatkan oleh PT Inti Jaffarindo.

"Ada laporan dari suami PMI bahwa istrinya diberangkat oleh PT Inti Jaffarindo tanpa sepengetahuannya, dan bekerja di Syarikah Maharah. Saat ini istrinya sudah dua bulan sakit, pihak Maharah tidak memulangkan serta tidak ada upaya membantu dari PT Inti Jaffarindo walaupun sudah diberitahu," tandasnya.
(IYD/IYD, 10/11)
Universitas Terbuka Riyadh
-