Berita > Seputar TKI
Sebanyak 25 Mahasiswa Indonesia Ikuti Program Praktek Pertanian di Taiwan
24 Oct 2019 21:53:29 WIB | Hani Tw | dibaca 1039
Ket: Sebanyak 25 mahasiswa dari Indonesia sedang mengikuti praktek pertanian di Universitas Sains dan Teknologi Tzu Ci Taiwan
Foto: Yahoo News
Taipei, LiputanBMI - Sejalan dengan kebijakan pemerintah Taiwan yang baru yaitu ke arah selatan (Asia Tenggara red.,), Universitas Sains dan Teknologi Tzu Chi, Hualien bekerja sama dengan Sinar Mas Group, Indonesia mulai tahun ajaran 2019 membentuk program kelas internasional Indonesia selama empat tahun.

Sebanyak 25 mahasiswa Indonesia yang belajar di fakultas manajemen pemasaran dan sirkulasi di Universitas Sains dan Teknologi Tzu Chi tersebut, mereka belajar pengetahuan tentang pertanian dimana nantinya mereka akan dididik menjadi seorang yang berbakat dalam bidang pertanian.

Seperti dijelaskan salah satu mahasiswa Muhamad Nur Fatwa, ia mengaku berasal dari keluarga petani yang tinggal di sebuah pedesaan. Di daerahnya hampir semua petani mengerjakan pekerjaannya masih menggunakan tenaga manusia, sangat susah.

“Di daerah saya petani masih menggunakan tenaga manusia, benar-benar susah, meskipun saya baru sebulan di sini (Taiwan red.,) tapi sudah banyak belajar bagaimana menanam dan memanfaatkan singkong yang diolah menjadi bahan dengan harga tinggi, “jelas Muhamad Nur Fatwa.

Fatwa yang sedang mempelajari bagaimana cara membuat bahan untuk Chen Cu Nai Cha yaitu fen yuan (粉圓) mengatakan, dari hasil panen singkong kemudian diolah menjadi tepung kanji lalu dibuat bulatan-bulatan kecil yang di Taiwan dinamakan fen yuan yang harganya sudah berlipat ganda.

Lebih lanjut Fatwa mengatakan, dalam empat tahun ke depan ia percaya kalau bisa merubah keadaan perekonomian keluarganya, dan bahkan bisa meningkatkan pertanian di desanya, sebagaimana dirilis Yahoo News (24/10/2019).

Sementara itu dosen Geng Nien-Ci (耿念慈) yang bertugas sebagai penanggung jawab atas kelas "praktik pertanian" mengatakan bahwa tujuan dari kelas ini adalah untuk membiarkan siswa belajar tentang teknologi pertanian dan sirkulasi pemasaran di Taiwan.

Oleh karena itu, kursus ini menerapkan praktek pertanian yang merupakan kombinasi antara pertanian dan laboratorium.

Menurut dosen Geng Nien-Ci, pertama, siswa akan belajar bagaimana cara menanam tanaman dan memproses tanaman sehingga menghasilkan hasil yang bisa meningkatkan industri.
(HNI/IYD, 24/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-