Berita > Seputar TKI
Terbebas Dari Gugatan Penabrak, PMI Korban Laka Lantas di Taiwan Berterimakasih kepada TCESIA
18 Oct 2019 12:27:31 WIB | Hani Tw | dibaca 3365
Ket: PMI Korban Laka Lantas dinyatakan bebas dari tuntutan ganti rugi si penabrak
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial SR, merasa lega setelah pengadilan memutuskan bahwa ia dinyatakan tidak bersalah atas gugatan penabrak yang menuntut ganti rugi dalam kecelakaan lalu lintas akhir tahun lalu.

Setelah hakim menyatakan SR tidak bersalah pada sidang (17/10/2019), ia merasa bahagia sekali dan berterimakasih pada pengacara dari Taoyuan City Employment Service Institute Association (TCESIA) yang mendampinginya.

“Alhamdulillah, semua berkat doa dari teman-teman dan bantuan dari ibu satgas KDEI yang telah mencarikan saya pengacara dari TCESIA sehingga kasus saya selesai, “ungkap SR saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui WA pada 18 Oktober 2019.

Menurut SR, pada sidang kemarin (Kamis, red.,) SR sempat khawatir atas apa yang akan diputuskan hakim, ia takut kalau sampai dinyatakan bersalah dan akan dipulangkan.

“Tadi saat saya masuk ruangan sidang gugup sekali, takut dideportasi jika saya dinyatakan bersalah, “jelas SR yang bekerja sebagai perawat pasien di Peitou, Taipei City.

Lebih lanjut SR menceritakan, pada akhir tahun 2018 lalu ketika ia sedang mengendarai sepeda untuk menyeberang jalan tiba-tiba ia ditabrak sepeda motor yang melaju dengan kencang dari arah belakang.

Dalam kecelakaan tersebut keduanya sama-sama mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Karena tidak mengalami luka yang serius setelah melakukan pemeriksaan mereka diizinkan pulang.

Masih menurut pengakuan SR, awal Juni 2019 lalu ia menerima surat panggilan dari pengadilan yang menyatakan bahwa si penabrak warga Taiwan bermarga Lin menggugat SR untuk meminta ganti rugi.

“Saya terkejut sekali ketika majikan memberikan surat dari pengadilan yang isinya si penabrak menggugat saya untuk minta ganti rugi,”jelas SR.

Selanjutnya atas informasi dari calon suaminya, SR menghubungi salah satu satgas KDEI Taipei untuk meminta bantuan supaya dicarikan pengacara yang bisa mendampinginya. Akhirnya, SR diperkenalkan pengacara dari TCESIA yang kemudian membantu menindaklanjuti kasusnya.
(HNI/IYD, 18/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-