Berita > Info Penting
Sosialisasi Larangan dan Denda Bagi Penangkap Ikan di Area yang Dilindungi
16 Oct 2019 20:09:04 WIB | Hani Tw | dibaca 1391
Ket: Sosialisasi larangan menangkap ikan di sungai
Foto: united daily news
Taichung, LiputanBMI - Depnaker Taichung hari ini (16/10/2019) mengadakan sosialisasi kepada pekerja migran asing di perusahaan industry way train, Taichung terkait tentang larangan menangkap ikan, udang di area perairan yang dilindungi.

Sosialisasi tersebut diadakan mengingat dua tahun yang lalu ada beberapa pekerja migran asal Vietnam dikenakan dendan sebesar NTD 50.000 karena menangkap ikan dan kepiting di pusat wisata rawa Gaomei, Taichung.

Menurut berita media United Daily News, (16/10/2019) segerombolan pekerja asal Vietnam berpikir layaknya di kampung halaman mereka yang bisa semaunya menangkap ikan di rawa.
Mereka tidak mengetahui di Taiwan ada peraturan pelarangan sembarangan menangkap binatang di area yang dilindungi.

Sementara itu salah satu peserta pekerja migran Indonesia (PMI),Sudirman (蘇紀曼), ia mengatakan tidak mengetahui jika mengendarai sepeda listrik harus memakai helm, dilarang mengendarai sepeda setelah minum-minuman keras. Jika dilanggar akan terkena sanksi dendan bahkan bisa dipulangkan.

“Memahami hukum Taiwan adalah semacam perlindungan diri. Sekarang saya tahu bahwa buah yang ditanam di pinggir jalan tidak bisa diambil dengan tangan, dan ikan, udang di sungai tidak bisa ditangkap dengan sembarangan, “jelas Sudirman yang telah bekerja di pabrik Weiquan selama lima tahun.

Industri Mesin Weiquan saat ini mempekerjakan 8 pekerja migran, manajer Kantor Biro Tenaga Kerja Lin Chenghan mengatakan bahwa tidak dapat dihindari bahwa adanya perbedaan budaya dan kebiasaan hidup ketika pekerja migran datang ke Taiwan. Misalnya, peraturan tegas Taiwan tidak dapat secara sewenang-wenang membunuh anjing untuk dimakan, dilarang mengemudi setelah minum, menolak narkoba., Kantor telah memasuki pabrik dengan posisi resmi untuk mempromosikan transfer, transfer lebih dapat diterima

Sementara itu kepala depnaker Wu Weizhi, mengatakan bahwa ada banyak undang-undang dan peraturan terkait dengan pekerjaan pekerja migran di Taiwan yang diperbaharui. Jika mereka tidak menerima saluran informasi terbaru, mereka pasti akan memahami adanya pembaharuan undang-undang. Untuk memudahkan pekerja migran memahaminya postur dan propaganda selain dicetak ke dalam bahasa mandarin juga dicetak ke dalam empat bahasa.
(HNI/IYD, 16/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-