Berita > Seputar TKI
Tujuh Hari Koma, Winanto ABK Korban Jembatan Roboh Hari Ini Siuman
07 Oct 2019 20:31:11 WIB | Hani Tw | dibaca 4577
Ket: Kondisi Winanto ABK Asal Batang korban robohnya jembatan Yilan
Foto: Ettoday.net
Yilan, LiputanBMI - Winanto, Anak Buah Kapal (ABK) asal Batang, yang merupakan salah satu korban jembatan Nanfang Ao yang roboh seminggu lalu, hari ini Senin 7 Oktober 2019 siuman setelah tujuh hari dalam keadaan koma di ruang ICU RS. Saint Marry’s, Luotong Yilan.

Perubahan tersebut merupakan kebahagiaan bagi tim medis sekaligus kabar baik buat adik dan keluarga Winanto di Indonesia. Tim medis rumah sakit mengatakan, mulai tanggal 8 besok akan segera melakukan pengobatan dan perawatan selanjutnya, berharap Winanto segera sembuh.

Sebagaimana dilansir Ettoday. Net (7/10/2019), pada saat tragedi robohnya jembatan Nanfang Ao, Winanto terkena hantaman keras pada bagian kepala, memar di bagian paru-paru serta patah tulang sehingga ia mengalami koma sampai hari ke tujuh setelah kejadian baru siuman.

Sementara itu, sekretaris jendral serikat pekerja perikanan kota Yilan, Li Li-Hua (李麗華) kepada Ettoday.net mengatakan, ia sangat bahagia sekali mendengar kondisi Winanto.

“Tadi pagi saya menerima telpon dari adik Winanto kalau Winanto siuman, kondisinya membaik, bahkan bisa mengenalinya. Saya sangat bahagia sekali, “jelas Li Li-Hua.

Selain itu, Winanto sangat ingin bertemu dengan kakak dan ibunya yang di Indonesia. Akan tetapi karena ibunya sudah tua, kemungkinan kakaknya yang akan di datangkan ke Taiwan.

Adapun perdana menteri Taiwan, Shu Chen-Cang (蘇貞昌) setelah mendengar kabar Winanto siuman, pada sore harinya ia bergegas menuju RS. Saint Marry’s Luotong, Yilan untuk menjenguk dan melihat kondisi Winanto.

Sementara itu, malam ini (7/10/2019) di pelabuhan Nanfang Ao kota Yilan, Forum Komunikasi Pelaut Indonesia Taiwan (FKPIT) mengadakan acara tahlil dan doa bersama untuk mengenang tujuh hari musibah robohnya jembatan Nangfang Ao yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten dan kantor pelabuhan Yilan.

Jembatan Nanfang Ao yang tiba-tiba roboh pada 1 Oktober lalu, mengakibatkan 12 orang terluka termasuk tiga diantaranya ABK dari Indonesia, 6 orang meninggal akibat terkena reruntuhan jembatan. Ke enam korban yang meninggal dunia, tiga orang adalah ABK Indonesia dan tiga lainnya dari Filipina.
(HNI/YLA, 07/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-