Berita > Seputar TKI
Agen Minta Biaya Proses Hingga Dua Bulan Gaji, Aktifis Taiwan Demo ke Depnaker
03 Oct 2019 21:44:11 WIB | Hani Tw | dibaca 3467
Ket: Pekerja migran di Taiwan tolak legalisasi biaya agen untuk proses perpanjangan kontrak hingga dua bulan gaji
Foto: Fb. Fajar
Taipei, LiputanBMI - Gabungan dari beberapa organisasi pekerja migran di Taiwan, Taiwan International Worker’s Association (TIWA), Migrants Enpowerment Network in Taiwan (MENT) dan Non Governmental Organization (NGO) mengadakan demo penolakan legalisasi biaya agen di depan gedung depnaker pada Rabu,2 Oktober 2019.

Kementerian tenaga kerja Taiwan mengundang beberapa perwakilan dari negara pengirim pekerja migran untuk mengadakan diskusi tentang pelegalan biaya job bagi agen di gedung depnaker (MOL) pada Rabu (2/10/ 2019).

Dalam diskusi tersebut akan membahas permintaan yang diajukan agen kepada depnaker antara lain:

A. Memperbarui kontrak yang habis.
1. PMI dimintai biaya gaji pokok sebulan dan ditambah setiap bulan 300 NT, untuk keperluan biaya bantuan darurat (keluar).
2. Majikan dimintai biaya gaji pokok dua bulan.

B. Habis kontrak pindah majikan
1. PMI dimintai biaya gaji pokok dua bulan dan setiap bulan dimintai 300 NT biaya bantuan darurat (keluar).
2. Majikan dimintai biaya gaji pokok dua bulan setengah.

Yang menjadi pertanyaan dalam diskusi:
1. Sejak pekerja migran datang ke Taiwan kerja sampai sekarang layanan yang diberikan agen berapa kali.
2. Apakah bisa terima permintaan agen yang diatas
3. Apa yang mau teman-teman sampaikan ke depnaker

Sementara itu salah satu aktifis pekerja migran, Fajar, kepada LiputanBMI mengatakan, selain penolakan legalisasi biaya job dari agen, menghapus sistem agen swasta, segera memberlakukan sistem G to G juga jangan menganggap pekerja migran seperti budak.

“Baik perwakilan dari masing-masing negara, NGO serta pekerja migran menolak dan meminta supaya hapus sistem agen swasta serta segera berlakukan sistem G to G, ‘’jelas Fajar melalui pesan elektronik (3/10/2019).

Menurut Fajar yang juga ikut dalam demo, pelegalan biaya agen yang diusulkan depnaker tidak akan disahkan, semua perwakilan dari negara pengirim pekerja migran tidak setuju. Ia mengharapkan dukungan dari kawan-kawan khususnya yang bekerja di Taiwan.

‘’Dukung KDEI dan kawan-kawan supaya menolak permintaan ini. Yang nggak mendukung berarti antek agen atau antek PT, “tegasnya.
(HNI/IYD, 03/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-