Berita > Seputar TKI
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
02 Oct 2019 22:47:30 WIB | Yully Agyl | dibaca 2913
Ket: Evakuasi para korban jembatan runtuh.
Foto: CNA
Yilan, LiputanBMI - Taiwan International Ports Corporation Ltd. (TIPC) berencana untuk memberikan kompensasi sebesar NTD 5 juta kepada keluarga dari setiap anak buah kapal (ABK) migran yang menjadi korban runtuhnya jembatan di Yilan County yang menimpa kapal tempat mereka bekerja. Hal tersebut disampaikan seorang pejabat TIPC pada Rabu (2/10/2019).


Jembatan di atas pintu masuk ke pelabuhan Nanfang'ao tiba-tiba runtuh pada Selasa sekitar pukul 09:30 waktu Taiwan dan menghancurkan tiga perahu nelayan.

Sebagaimana dilansir CNA Taiwan, Rabu (2/10), Lin Chien-ming (林健明), kepala sekretaris TIPC, mengatakan keluarga dari masing-masing ABK migran yang telah meninggal diperkirakan akan menerima NTD 5 juta sebagai kompensasi, sementara 10 yang terluka - termasuk sembilan ABK migran dan satu pengemudi Taiwan-- akan menerima antara NTD 10.000 hingga NTD 36.000.


Pihak berwenang telah menemukan jenazah lima ABK migran, tiga orang Indonesia dan dua orang Filipina.
Para korban diidentifikasi sebagai Wartono (29), Ersona (32), Mohammad Domiri (28), ketiganya dari Indonesia, sedangkan dari Filipina, Andree Serencio (44) dan George Impang (46).
Sedangkan yang belum diketemukan adalah ABK Filipina, Romulo Escalicas (29).


Tseng Yen-pu (曾 彥博), perwakilan dari agen tenaga kerja Sang Yi International Co., Ltd., agen untuk para ABK mengatakan, mereka tidak dilindungi oleh asuransi kecelakaan kelompok.


Sementara itu, ditanya tentang langkah-langkah responsnya setelah insiden itu, Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Manila (MECO) mengatakan kepada media bahwa prioritas utamanya adalah menemukan sisa orang Filipina yang hilang.


Menurut MECO, beberapa korban tragedi Selasa itu memiliki kerabat yang bekerja di Taiwan, sehingga beberapa anggota keluarga mereka ada di tempat kejadian di Yilan.

Keluarga juga akan menerima bantuan keuangan dan penguburan dari pemerintah Filipina, dan MECO akan membantu dalam pemulangan jenazah mereka.


Sementara itu, perwakilan Indonesia untuk Taiwan, Didi Sumedi, mengatakan, bahwa kantornya masih berusaha untuk melakukan kontak dengan keluarga para korban untuk menawarkan mereka bantuan.
(YLA/YLA, 02/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-