Berita > Seputar TKI
Setelah Ikut Bimbingan Sosial, Acih Tak Ingin Lagi Jadi Buruh Migran
29 Sep 2019 00:48:12 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 918
Ket: Acih, seorang mantan TKI, mengikuti bimbingan sosial untuk membuka usaha ternak dan tak ingin jadi TKI lagi. Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Berkat Bimbingan Sosial, Migran asal Desa Tegalaren Ini Tak Mau Lagi Jadi TKI, Ingin
Foto: Tribun Cirebon
Cirebon, LiputanBMI - Acih (35) migran asal Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka mengakui dirinya tak ingin kembali ke Luar Negeri di mana dia bekerja, Sabtu (28/9/2019).

Hal ini ia sampaikan setelah dirinya mengikuti bimbingan sosial bagi Warga Negara Indonesia (WNI) Migran Korban Perdagangan Orang (M-KPO).
Ia mengikuti kegiatan tersebut beserta ratusan migran lainnya yang sudah pulang ke daerah asalnya di Kabupaten Majalengka.

Acih mengatakan, setelah mengikuti bimbingan tersebut ia tak ingin kembali ke luar negeri di mana ia pernah bekerja.

Dikatakan dia, hal itu ia urungkan karena dirinya berencana ingin melakukan sebuah usaha di tempat tinggalnya berasal.
"Saya dapat banyak ilmu di sini (bimbingan sosial), saya rencana mau usaha ternak, biar bisa melanjutkan hidup saya tanpa harus pergi ke luar negeri dan meninggalkan keluarga," ujar Acih saat ditemui di sela-sela kegiatan tersebut, Sabtu (28/9/2019).

Wanita yang sudah bekerja selama 6 tahun di Arab Saudi itu menceritakan, ia pertama berangkat menjadi migran pada tahun 2004 silam.
Selama 6 tahun di sana, kata Acih, ia menjadi Asisten Rumah Tangga yang beberapa kali ganti majikan.
"Saya pernah di Jeddah, lalu pindah di Riyad, ya alhamdulilah meski pindah-pindah saya tidak pernah diperlakukan kasar oleh majikan," ucap dia.

Hal senada juga disampaikan peserta bimbingan lainnya, Tisa (46) warga Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.
Ia mengaku tak ingin kembali ke luar negeri untuk bekerja karena ingin melakukan usaha di rumah tempat tinggalnya.

"Saya ingin usaha menjahit, saya tidak usah pergi ke luar negeri lagi karena di sini sudah dapat ilmu untuk usaha," kata Tisa.

Sementara itu, bimbingan sosial yang di selenggarakan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (RSTS) dan Migran Korban Perdagangan Orang (M-KPO) diikuti oleh 350 peserta migran asal Kabupaten Majalengka.

Nantinya, para peserta tersebut akan mendapatkan dana sebesar Rp 900 ribu untuk dana usaha yang dilakukan masing-masing migran.

Selama 2 hari sejak kemarin, kegiatan bimbingan sosial tersebut di selenggarakan di Gedung Islamic Center, Kabupaten Majalengka.

(Source:Tribun Cirebon)

(JWD/JWD, 29/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-