Berita > Seputar TKI
Penderita Tumor Usus Besar di Taiwan Sudah Diizinkan Pulang ke Indonesia
20 Sep 2019 13:06:32 WIB | Hani Tw | dibaca 1534
Ket: Pekerja Migran Asal Jawa Barat penderita tumor usus diizinkan pulang
Foto: TCESIA
Kaohsiung, LiputanBMI - Salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Barat bernama Iis yang menderita tumor usus besar hari ini, Jumat (20/9/2019) sudah diizinkan pulang ke Indonesia setelah menjalani pengobatan selama beberapa bulan di RS Chang Gung, Kaoshiung.

Iis datang dan bekerja di Taiwan tujuh tahun lalu sebagai perawat pasien di wilayah Kaoshiung, awalnya tidak merasakan kelainan apapun pada tubuhnya. Sampai suatu hari saat agen menjenguknya tubuh Iis kelihatan kurus.

Sebagaimana dijelaskan petugas TCESIA kepada LiputanBMI,(20/9/2019) pada pertengahan bulan Juni lalu Iis mengeluh susah buang air besar dan disertai sakit perut kemudian agen membawanya ke RS Chang Gung Kaoshiung.

Setelah melalui beberapa pemeriksaan ditemukan bahwa Iis mengidap tumor ganas pada usus besarnya, dan pada pertengahan Agustus dilakukan operasi. Menurut keterangan dokter, jika terlambat menanganinya kemungkinan nyawa Iis tidak bisa diselamatkan.

Ketua TCESIA, Hwang Yu-Jie secara khusus meluangkan waktu menuju RS. Chang Gung Kaoshiung untuk menjenguk Iis beberapa waktu lalu.

“Saya sangat merasa prihatin akan nasib pekerja migran yang mengalami sakit dan harus dipulangkan ke negaranya dalam keadaan berbaring di ranjang ”,ungkap Hwang Yu-Jie.

Pada kesempatan tersebut, kepada Hwang Yu-Jie Iis mengatakan jika nanti penyakitnya sudah sembuh ia akan datang ke Taiwan lagi untuk bekerja.

“Harapan dan impian saya, setelah sembuh nanti akan kembali lagi ke Taiwan, saya cinta Taiwan, banyak orang Indonesia yang bermimpi bisa mengais rezeki di Taiwan, “ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari Kaoshiung Employment Service Institute Association (KESIA) Ling Rong-Ting (凌榮廷) menyampaikan dana santunan kepada Iis sebesar NT 60.000 untuk digunakan sebagai tambahan biaya pengobatan dan biaya hidup keluarganya.
(HNI/IYD, 20/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-