Berita > Seputar TKI
Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah PMI Indramayu dari Qatar
13 Sep 2019 21:37:33 WIB | Juwarih | dibaca 5669
Ket: Kiri, Jenazah almarhum Jahari diturunkan dari mobil ambulance BNP2TKI. Kanan, Jajuli, adik kandung almarhum secara simbolis menerima bantuan dari BNP2TKI.
Foto: LiputanBMI
Indramayu, LiputanBMI - Isak Tangis keluarga dan para tetangga sambut kedatangan jenazah almarhum Hari Jahari Bin Pudin Ahmad (41), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat yang meninggal dunia di Qatar, akibat terkena sakit Kardiorespirasi / Acute cardiorespiratory foilure.

Jenazah tiba di rumah duka di kediaman Aliyah, ibu kandung almarhum Jahari di Blok Pagedangan Baru, RT. 007, RW. 001 Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kedatangan jenazah diantar oleh ambulance bantuan dari BNP2TKI, pada Jumat (13/9/2019).

"Saat peti jenazah almarhum Jahari diturunkan dari mobil ambulance, istri, orang tua, dan keluarga almarhum mulai menangis histeris merasa kehilangan," ucap Jajuli, adik kandung almarhum saat dikonfirmasi LiputanBMI.

Kata Jajuli, selain keluarga dan para tetangga almarhumah, turut hadir dalam menyambut kedatangan jenazah di rumah duka dari pihak pemerintah Desa Pagedangan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, BP3TKI Bandung, Koramil dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu.

"Jenazah almarhum kakak saya tiba di rumah duka pada pukul 15.30, setelah di sholatkan kemudian langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pagedangan," jelsa Jajuli.

Jajuli menceritakan, sebelum meninggal dunia, almarhum pada malam hari sempat telepon istrinya yang saat itu masih bekerja di Taiwan, mengatakan bahwa ia batuknya sampai keluar darah.

"Sebelum meninggal (1/9/2019), almarhum, pada malam hari masih sempat telepon istrinya yang di Taiwan kemudian pagi harinya pihak keluarga dapat info dari Qatar bahwa kakak saya meninggal dunia," ungkap Jajuli.

Melalui pemberitaan ini, Jajuli, mewakili keluarga almarhum mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membatu proses pemulangan jenazah dari Qatar sampai ke rumah duka di Indramayu.

"Kami ucapkan terima kasih kepada KBRI Qatar, Kemlu, BNP2TKI, dan SBMI Indramayu yang sudah membatu proses pemulangan jenazah almarhumah kakak saya hingga sampai ke rumah duka,"ucapnya.
(JWR/IYD, 13/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-