Berita > Seputar TKI
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
13 Sep 2019 11:38:17 WIB | Yully Agyl | dibaca 3153
Ket: Akun facebook dan foto yang dipakai penipu dumay
Foto: ZA / LBMI
Taichung, LiputanBMI - Niat baik tidak selalu diterima dengan baik, karena zaman sekarang banyak orang yang justru memanfaatkan niat baik orang lain.
Entah apa yang ada di benak ZA, pekerja migran Indonesia (PMI) yang dengan mudahnya melepas Rp 23 juta kepada orang yang belum ada sebulan dikenalnya di Facebook.


Awalnya ZA mengenal Mohammad Isram di Facebook dengan akun Fb Marlon Aditya pada awal bulan Agustus 2019. Korban tidak menaruh curiga sebagaimana hubungan pertemanan dengan yang lain. Pelaku mengaku bekerja di perusahaan minyak bumi, Sorong, Papua.


"Aku tidak pernah menaruh curiga sama sekali. Dia itu sering menelepon dan menanyakan kabar. Aku juga sudah bilang kalau sudah punya suami dan anak. Katanya ingin menjalin persaudaraan saja," ungkap ZA kepada LiputanBMI, Kamis (12/9/2019).


Lebih lanjut menurut ZA, pelaku banyak cerita tentang gaji yang puluhan juta hingga kendala mendapatkan cuti karena belum habis masa kontrak kerja dan adanya biaya-biaya yang harus dibayarkan. ZA tanpa disadari mulai terjebak kata-kata pelaku.


ZA menduga, dirinya dihipnotis melalui sambungan telepon. Dia merasa kasihan kepada pelaku dan pelaku semakin meyakinkan korban dengan berbagai cara. Dengan menunjukkan slip gaji, hingga perjanjian kontrak kerja, bahkan ZA pun juga diminta bicara langsung dengan orang yang diperkenalkan sebagai manager.


"Benar-benar aku jadi penurut. Ketika orang itu juga menyuruh aku telepon dengan orang yang dikata manager. Sampai akhirnya aku menyanggupi memberi dia pinjaman uang untuk membayar biaya administrasi dan denda. Baru dua mingguan kenal, saat aku menerima gaji, langsung aku transfer ke nomor rekening yang dia beri," lanjut ZA.


ZA menyanggupi meminjamkan uangnya karena diiming-iming deposito pelaku yang akan dicairkan lebih dari Rp 1 M. Nomer rekening yang digunakan pelaku atas nama EVA MIFTAHUDIN, Bank Mandiri, 1300017686695.


Bukti kirim
Ket. foto: Bukti kirim
Sumber foto: ZA

Total yang aku kirim langsung dari Taiwan Rp 18 Juta. Tapi aku juga masih menyuruh keluargaku transfer Rp 5 juta. Jadi total Rp 23 juta. Waktu itu aku masih mau pinjam lagi ke teman, dan teman itulah yang menyadarkanku bahwa aku kena gendam dan tertipu. Sekarang semua kontak dan Fb- ku sudah diblokir pelaku. Semoga ini jadi pembelajaran semua harus lebih hati-hati. Iklas tidak iklas ya harus berusaha iklas, mau gimana lagi," pungkas ZA.

(YLA/YLA, 13/09)

Universitas Terbuka Riyadh
-