Berita > Seputar TKI
SBMI Apresiasi Kerja Menlu Dalam Penanganan Kasus TPPO Pengantin Pesanan ke China
05 Sep 2019 10:59:36 WIB | Juwarih | dibaca 396
Ket: Ketua umum SBMI, Hariyanto saat konferensi pers di kantornya di Jl. Pengadegan Utara I, No.1A RT 08, RW.6, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan,
Foto: Serikat Buruh Migran Indonesia
Jakarta, LiputanBMI - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mengapresiasi atas kerja-kerja Menteri Luar Negeri Indonesia dalam menangani dan memberikan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan ke China.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 2 September 2019, kembali berhasil memulangkan 14 orang WNI perempuan korban perdagangan orang bermodus pengantin dari negara tirai bambu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia, Hariyanto kepada LiputanBMI melalui sambungan telepon di Jakarta, pada Kamis (5/9/2019).

“Kami sangat mengapresiasi atas kinerja dari Menlu, karena Ibu Retno sangat respon terhadap perlindungan perempuan yang menjadi korban perdagangan orang dengan bermodus pengantin pesanan”, ucap Hariyanto.

Hariyanto mengatakan, respon dari pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri dalam menangani kasus TPPO pengantin pesanan ke China, menurutnya tidak hanya disampaikan melalui statemen saja, melainkan dilakukan dengan tindakan nyata.

“Begitu mendapatkan data-data dan keterangan dari para korban, Menlu langsung memutuskan untuk berangkat ke Kalimantan Barat untuk membagi peran perlindungan, apa yang bisa dilakukan Kementerian Luar Negeri dan apa yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah serta Aparat Penegak Hukum, dalam hal ini kepolisian, kejaksaan dan hakim,” jelas ketua umum SBMI.

Selain tidakan tersebut kata Hariyanto, Menteri Luar Negeri RI juga melakukan upaya pendekatan diplomasi dengan pemerintah China.

"Di sela-sela pertemuan Menlu tingkat ASEAN di Bangkok, Thailand, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi untuk membahas permasalahan pengantin pesanan," ungkap Hariyanto.

Hariyanto berharap, kerja nyata dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang menjadi korban TPPO yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI, dapat diteladani oleh instansi pemerintah terkait, terutama pemerintah daerah di Kalimantan Barat dan daerah lainnya.

"Saya berharap, kerja nyata yang dilakukan oleh Menlu, dalam memberikan perlindungan terhadap korban TPPO dapat diteladani oleh instansi pemerintah terkait, terutama pemerintah daerah di Kalimantan Barat dan daerah lainnya yang warganya menjadi korban perdagangan orang," pungkasnya.
(JWR/IYD, 05/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-