Berita > Seputar TKI
Hasil Penelitian TCESIA Taiwan: Kabur Dari Majikan Rentan Terkena Penyakit Berat
04 Sep 2019 20:08:49 WIB | Hani Tw | dibaca 1087
Ket: Hasil penelitian TCESIA menyimpulkan bahwa kaburan di Taiwan rentan dengan penyakit kronis
Foto: Dokumen TCESIA
Taipei, LiputanBMI - Menurut hasil penelitian psikolog Taoyuan City Employment Service Institute Association (TCESIA) Prof. Muriel Yu (于白儂) menyimpulkan bahwa kebanyakan pekerja migran yang melarikan diri mengalami tekanan berat sehingga mudah terkena sindrom penyakit patah hati atau heartbroken syndrome yang secara medis masih termasuk penyakit misterius.

Sebagaimana diungkapkan Muriel Yu kepada kontributor LiputanBMI, di kantor TCESIA yang bertempat di Chong Shan Rd., Taoyuan City pada Selasa (3/9/2019).

Muriel Yu mengatakan, kesimpulan tersebut di dapat setelah melakukan penanganan beberapa kasus penyakit yang menimpa pekerja migran ilegal dalam beberapa tahun terakhir, mereka secara tidak langsung sama dengan melakukan bunuh diri.

Lebih lanjut Muriel Yu mengatakan, gejala yang ditimbulkan biasanya tiba-tiba pasien mengalami kejang-kejang seperti epilepsi, pendarahan otak, gejala umum lainnya adalah mengalami stroke. Ini disebabkan karena tingginya tingkat tekanan selama masa pelarian.

Pekerja migran kaburan, selain sudah tidak bisa lagi menggunakan kartu asuransi kesehatan selama pengobatan, seringkali pihak rumah sakit hanya dapat mengobati gejala simptomatik dan gagal untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, ketua TCESIA Huang Yujie (黃杲傑) mengingatkan,
sebelum pekerja migran berniat untuk melarikan diri, harus memikirkan masak-masak segala7 akibatnya. Selain akan kehilangan hak dan kewajiban sebagai pekerja migran, juga kehilangan jaminan perawatan kesehatan dari asuransi kesehatan.

“Ketakutan jangka panjang karena takut ditangkap, penyesalan karena tidak bisa kembali ke rumah, eksploitasi dari agen ilegal, dan pekerjaan yang tidak tetap,penghasilan tidak stabil itu merupakan sebagian risiko sebagai pekerja ilegal, “jelas Hwang Yu-Jie.

Masih menurut Hwang Yu-Jia, karena tekanan jangka panjang inilah membuat pekerja migran ilegal akan mengalami penurunan kesehatan kapan saja dan akan membunuh dirinya sendiri secara pelan-pelan.
(HNI/YLA, 04/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-