Berita > Seputar TKI
Pekerja Migran Yang Sakit Parah di Taiwan Akan Dibebaskan Dari Biaya
29 Aug 2019 22:45:50 WIB | Hani Tw | dibaca 1230
Ket: Ketua TCESIA bersama petugas Imigrasi Taiwan mengunjungi pekerja migran asal Thailand yang sakit parah.
Foto: Dokumen TCESIA
Taipei, LiputanBMI - Untuk memberikan pelayanan dan meringankan beban bagi pekerja asing yang terkena penyakit parah yang harus dirawat di panti jompo, pemerintah Taiwan merencanakan akan memberikan keringanan biaya bahkan dibebaskan dari beban biaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Louise Hwang,sekretaris Taoyuan City Employment Service Institute Association (TCESIA) kepada LiputanBMI pada Kamis, 29 Agustus 2019 saat menjenguk salah satu pekerja migran asal Thailand yang sudah lumpuh.

Selain itu, Louise yang didampingi oleh ketua TCESIA Hwang Yu-jie (黃杲傑)serta ketua bagian pelayanan Imigrasi Taoyuan, Lin Wan-yi (林萬益) , juga menjenguk pekerja migran korban kebakaran pabrik.

Lebih lanjut Louise mengatakan,dalam tiga tahun belakangan TCESIA memperjuangkan nasib pekerja migran yang mengalami kecelakaan kerja maupun yang sakit parah sehingga tidak bisa dipulangkan ke negara asal supaya dibebaskan dari biaya rumah sakit atau jompo.

“Ini adalah perjuangan kami (TCESIA) dalam tiga tahun terakhir,dan pemerintah Taiwan telah melakukan penelitian, tinggal menunggu hasilnya”, jelas Louise melalui pesan messanger.

Masih menurut Louise, jika sudah disetujui maka untuk pekerja migran yang sakit parah dan harus menggunakan selang serta peralatan medis lainnya akan dibebaskan dari biaya perawatan di panti jompo.

"Perjuangan tersebut dilakukan karena selama beberapa tahun ini sudah banyak pekerja migran yang mengalami kecelakaan dan terpaksa harus dirawat di panti jompo, "lanjut Louise.

Atas pertimbangan itulah TCESIA berusaha memperjuangkan bagaimana supaya pekerja migran yang sakit bisa mendapatkan keringanan biaya dari pemerintah Taiwan.
(HNI/IYD, 29/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-