Berita > Seputar TKI
Lemparkan Anak Asuh Dari Gendongan, PMI di Singapura Dipenjara 8 Bulan
20 Aug 2019 22:28:32 WIB | Yully Agyl | dibaca 705
Ket: Screen shot video pelaku melempar anak asuhnya.
Foto: The Straits Time
Singapura, LiputanBMI - Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura dijatuhi hukuman penjara delapan bulan setelah mengaku bersalah atas tuduhan perlakuan buruk terhadap anak asuhnya di persidangan Selasa (20/8/2019).

Pelaku yang berusia 24 tahun itu memukul anak asuhnya yang berumur lima tahun di sebuah tanah lapang di Punggol dan dengan sengaja melemparkannya ke tanah dua kali ketika anak kecil tersebut meminta untuk digendong.

Seorang saksi mata merekam video kejadian tersebut dengan telepon genggamnya dan memposting pada kelompok WeChat awal tahun 2019.

Wakil Jaksa Penuntut Umum, Ang Siok Chen mengatakan, video beredar dan dibagikan di Facebook serta di situs jurnalisme warga Stomp.

Sebagaimana dilansir The Straits Times, Selasa (20/8), DPP Ang mengatakan kepada Hakim Distrik, Ng Peng Hong, bahwa pelaku mulai bekerja untuk keluarga anak itu pada November 2018. Selain pekerjaan rumah tangga, dia juga diharuskan untuk menjaga anak.

Pada 12 Maret 2019, jam 9 pagi, korban meninggalkan rumah dan bermain bola di depan Block 673C Edgefield Plains.
Pelaku yang dirahasiakan namanya itu menjemput korban. Dengan kesal pelaku memukul pantat korban dengan keras hingga terjatuh. Ketika anak itu berusaha meminta untuk digendong, pelaku dengan sengaja melemparkan korban ke tanah. Ketika korban kembali meminta gendong, dia mengangkatnya tetapi kembali dengan sengaja melemparkan ke tanah lagi.

Setelah itu, pelaku menggendong bocah itu dan membawanya pulang.
Kepada ibunya, korban memberitahu tentang kejadian itu dan mengeluh tentang rasa sakit di dadanya. Pelaku membantah telah memperlakukannya dengan buruk dan mengklaim bahwa bocah itu telah berguling di tanah sendiri.

Sang ibu percaya dan tidak memperpanjang masalah tersebut. Akan tetapi dua hari kemudian, sang ibu melihat video di Facebook dan mencari kebenarannya. Dia membuat laporan polisi dan membawa putranya ke rumah sakit dan ditemukan lebam di punggungnya.
Hukuman bagi pelaku yang memperlakukan anak kecil dengan buruk bisa hingga empat tahun penjara dan didenda hingga SGD 4.000.
(YLA/YLA, 20/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-