Berita > Seputar TKI
Diduga Jadi Calo Program Kompaun B4G, Dua WNI Ditangkap Imigrasi Malaysia
15 Aug 2019 09:06:51 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1266
Ket: PATI yg mendaftar Program Back for Good di Kuala Lumpur
Foto: Sinar Harian
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Dua Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap Imigrasi Malaysia karena diduga menjadi calo (istilah dalam bahasa Melayu ulat haram) Program Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) pulang ke negara asal atau Program Back for Good (B4G) di Kuala Lumpur.

Sebagaimana dilaporkan Sinar Harian, Rabu (14/8), Kepala Imigrasi Kuala Lumpur, Hamidi Adam mengatakan, pihaknya berhasil membongkar aktivitas percaloan ini setelah melakukan pemantauan secara berkala di sekitar Kuala Lumpur sejak tanggal 1 hingga 10 Agustus 2019.

Menurutnya, tiga warga asing berusia antara 30 hingga 40-an yang salah satunya adalah wanita telah ditahan.

"Seorang dari mereka adalah warga Pakistan dan dua lagi warga Indonesia. Berdasarkan pemeriksaan, mereka ini diduga menjadi agen atau ulat haram di sekitar lokasi program B4G dengan megambil untung antara RM200 hingga RM1,500 bagi setiap PATI yang hendak mendaftar program B4G," kata Hamidi Adam.

Lebih lanjut Hamidi menjelaskan, sejak tanggal 1 hingga 10 Agustus 2019, sebanyak 1.575 pekerja migran tak berdokumen yang biasa diistilahkan PATI telah mengikuti program B4G di Kuala Lumpur.

"Kepada semua PATI diimbau supaya mengikuti program ini dan diminta untuk tidak terpedaya dengan agen atau ulat haram yang mengambil kesempatan," katanya.

Program B4G yang dimulai 1 Agustus lalu dan akan berakhir 31 Desember 2019 ini di Semenanjung Malaysia bertujuan untuk memberi peluang kepada warga asing yang telah melakukan kesalahan keimigrasian untuk pulang ke negara asal secara sukarela berdasarkan syarat-syarat yang ditetapkan.
(FK/FK, 15/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-