Berita > Seputar TKI
PMI Asal Cianjur Hilang Kontak 21 Tahun di Arab Saudi
11 Aug 2019 23:48:51 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 845
Ket: Anak Alis Juariyah memperlihatkan photo ibunya
Foto: DPC Astakira Pembaharuan Cianjur
Cianjur, LiputanBMI - Alis Juariah (46) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Muhara RT. 01/10, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat hilang kabar selama 21 tahun.

Ketidakjelasan nasib pahlawan devisa itu membuat Selpi Lusniawati (27), anak kandung PMI tersebut kebingungan. Pada tahun 1998 ibunya pamit mau bekerja ke Riyadh Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga.

"Saat itu saya masih SD sekitar umur 6 tahun," ujar Selpi saat ditemui Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur di rumahnya, Sabtu (10/08/2019).

Selpi mengungkapkan, ibunya berangkat melalui jasa tenaga kerja PT. Avida Avia Duta Jakarta, tapi tidak mengetahui siapa yang membawa dari rumahnya.

"Tidak tahu siapa sponsornya karena saat itu saya masih kecil," ucap dia.

Dia menjelaskan, sekitar tahun 2004 pernah ada sepucuk surat yang dikirm ibunya dari Arab Saudi yang isinya memprihatinkan, sehingga minta pertolongan untuk pengurusan pemulangan ke tanah air, lantaran ibunya sudah tidak betah.

"Dalam isi surat itu, ibu saya sering disiksa, disekap di WC bahkan pernah tangannya ditusuk pisau oleh majikan," ujarnya.

Setelah menerima surat tersebut, Selpi sempat meminta bantuan ke BNP2TKI untuk pemulangan ibunya, tapi tidak membuahkan hasil. Lanjut dia menambahkan, BNP2TKI seolah tak peduli dengan nasib ibunya.

"Makanya saya dan keluarga meminta kepada Pak presiden Joko Widodo untuk memulangkan ibu saya dari Saudi," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur Ali Hildan mengatakan, kasus yang menimpa PMI Alis Juariah asal Cianjur itu baru mengetahui setelah ramai di media sosial yang dIposting di group Facebook TKI Arab Saudi.
"Setelah mendapatkan data PMI saya langsung menghubungi kepala desanya dan alhamdulillah kami langsung mendatangi kelurga PMI tersebut," ujar Ali.

Ali menjelaskan setelah didatangi, pihak keluarga PMI tersebut langsung membuat aduan ke Astakira untuk meminta bantuan kepulangan ibunya dari Arab Saudi.

"Kami dengan gerak cepat kemarin sudah ada titik terang dengan cara melacak nomor majikannya," tutur dia.

Dia mengungkap, belum bisa dipastikan nomor yang ditelpon itu betul majikannya, tapi hasil obrolan nomor tersebut betul namanya Saed Al Zahrani sesuai dengan pengakuan anak PMI tersebut.

"Sudah dua kali komunikasi dengan nomor yang diduga kuat nomor majikannya, mudah-mudahan benar. Bahkan dia juga memastikan akan menelpon lagi dan bisa bicara langsung dengan PMInya, " ucapnya.

Ali menegaskan, pihaknya meminta kepada instansi yang berwenang khususnya Disnakertrans Cianjur, BP3TKI Jabar, BNP2TKI, PWNI dan BHI Kemlu serta KBRI Riyadh untuk secepatnya melacak keberadaan Ibu Alis Juariyah binti E Rukma.

"Kami akan terus mendorong ke pihak instansi yang berkompeten agar Alis Juariah secepatnya dipulangkan ke tanah air serta pemenuhan haknya," tegas Ali.

(Sumber: Humas Astkira)
(JWD/JWD, 11/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-