Berita > Seputar TKI
Diduga Terkena Sindrom Antifosfolipid PMI Asal Semarang Kritis di RS Veteran Taipei
24 Jul 2019 00:10:43 WIB | Hani Tw | dibaca 16504
Ket: Keadaan Yati terbaring lemah karena terkena penyakit penggumpalan darah
Foto: TCESIA
Taipei, LiputanBMI - Romhayati (33), pekerja migran asal Semarang diduga mengidap penyakit Sindrom Antifosfolipid atau penggumpalan darah pada organ tubuh dan sekarang dirawat di ruang ICU RS Veteran, Taipei.

Menurut keterangan majikan, awalnya Romhayati, yang biasa dipanggil Yati itu mengalami demam dan tak kunjung sembuh disertai dengan batuk.

"Dua, tiga minggu lalu Yati mengalami demam dan tidak sembuh-sembuh juga disertai batuk, "jelas majikan kepada LiputanBMI (23/7/2019).

Selain itu, ketika Yati sedang menunggu bis di tepi jalan dia digigit nyamuk hingga beberapa benjolan pada kakinya.

Anehnya, beberapa hari kemudian bekas gigitan nyamuk membengkak, dan terasa sakit jika disentuh.

Selain itu Yati, ibu dua anak ini, merasakan kaki sebelah kiri sakit sampai tidak bisa digerakkan, nafas sesak juga lambung terasa mual-mual.

Mengetahui Yati seperti itu, majikan segera membawanya ke RS untuk melakukan pemeriksaan, saat itu Yati tidak mau menginap, ia hanya minta obat jalan.

Penyakit Yati bukannya membaik melainkan bertambah parah, akhirnya majikan membawanya lagi rumah sakit, setelah tiga hari menginap di UGD baru mendapatkan kamar.

Laporan dari hasil pemeriksaan mengatakan kalau penyakit Yati sudah kritis, ada banyak gumpalan darah di paru-paru, perut, limpa dan ginjalnya.

Berdasarkan hasil beberapa pemeriksaan dengan berbagai gejala ,untuk sementara dokter menduga Yati terkena "Sindrom Antifosfolipid" atau penggumpalan darah. Dokter belum bisa menyimpulkan penyakitnya apa.

Hingga berita ini dirilis keadaan Yati masih kritis, bahkan menurut dokter kemungkinan Yati hanya bisa bertahan hidup tidak lebih dari tiga hari. Wallohu'alam.

Selain itu, majikan Yati juga mengatakan bahwa selama ini hubungannya dengan Yati sangat baik, sudah seperti keluarga sendiri, ia bersedia membantu membelikan tiket pesawat untuk mendatangkan keluarganya untuk menjenguk Yati.

"Saya bersedia mendatangkan keluarga Yati supaya bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya, "pungkas majikan Yati dengan nada sedih.

Sementara itu, agen Yati juga sudah menghubungi keluarganya yang di Indonesia.
(HNI/IYD, 24/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-