Berita > Seputar TKI
KJRI Jeddah Cari Keluarga 2 Jenazah PMI di Arab Saudi Untuk Dikebumikan
13 Jul 2019 21:04:33 WIB | Juwarih | dibaca 1620
Ket: Kiri, Rosiyah Binti Sukandi Makim, warga Desa Sukadarma, RT. 006, RW. 003, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kanan, Kholifah Muhammad alias Simah Niton, warga Kelurahan Peneleh, Surabaya, Jawa Timur.
Foto: Fanpage KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Kedua jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi hingga saat ini belum bisa di kebumikan karena masih menunggu persetujuan dari pihak keluarganya di Indonesia.

Sebagaimana ditulis dalam postingan akun resmi fanspage KJRI Jeddah pada Sabtu 13 Juli 2019. Pihaknya memohon bantuan kepada pengguna facebook untuk membantu pencarian keluarga kedua jenazah PMI.

"KJRI Jeddah sampai saat ini belum diizinkan untuk melakukan pemakaman terhadap dua jenazah PMI dikarenakan belum berhasil menemukan keluarga keduanya di tanah air untuk dimintai persetujuan pemakaman yang ditandatangani ahli waris dan diketahui oleh lurah/kepala desa setempat," tulis akun KJRI Jeddah dalam postingannya.

Adapun kedua jenazah perempuan tersebut bernama Rosiyah binti Sukandi Makim, warga Desa Sukadarma, RT. 006, RW. 003, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dan Kholifah Muhammad alias Simah Niton, warga Kelurahan Peneleh, Surabaya, Jawa Timur.

"KJRI Jeddah telah memohon bantuan dari berbagai instansi berwenang di Indonesia untuk melacak keberadaan keluarga dari dua jenazah tersebut sesuai alamat yang tertera pada dokumen keduanya," jelas KJRI Jeddah.

Kata KJRI Jeddah, usaha untuk mencari keluarga kedua almarhumah sudah dilakukan hingga ketingkat Rukun Tetangga (RT) namun belum juga membuahkan hasil.

"Untuk itu, KJRI Jeddah memohon bantuan sahabat yang kebetulan mengetahui/mengenal keluarga kedua almarhumah untuk menyampaikan segera kepada KJRI Jeddah melalui:
FB, Instagram, Twitter, atau hotline: 0503609667," ucapnya.

Berikut ini postingan dari akun fanpage KJRI Jeddah :

MOHON BANTUAN PENCARIAN KELUARGA JENAZAH

DUA JENAZAH BELUM BISA DIKEBUMIKAN, MENUNGGU PERSETUJUAN AHLI WARIS/KELUARGA

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Sahabat FB KJRI Jeddah Yang Terhormat,

KJRI Jeddah sampai saat ini belum diizinkan melakukan pemakaman terhadap dua jenazah WNI karena belum berhasil menemukan keluarga keduanya di tanah air untuk dimintai persetujuan pemakaman yang ditandatangani ahli waris dan diketahui oleh lurah/kepala desa setempat.

KJRI Jeddah telah memohon bantuan dari berbagai instansi berwenang di Indonesia untuk melacak keberadaan keluarga dari dua jenazah tersebut sesuai alamat yang tertera pada dokumen keduanya.

Adapun dua jenazah tersebut atas nama dan data sebagai berikut:

1) ROSIYAH BT SUKANDI MAKIM

Berdasarkan dokumen dan informasi yang berhasil dihimpun KJRI, almarhumah berasal dar Desa Sukadarma RT 006/003 Kec. Sukatani Bekasi, Jawa Barat.

Almarhumah datang ke Arab Saudi dengan visa kerja (asisten rumah tangga) tapi kemudian kabur dari tempat kerjanya (mutaghayyib anil amal). Almarhumah pemegang iqamah yang diterbitkan di Yanbu.

Informasi meninggalnya ibu kelahiran 1972 tersebut diperoleh dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang menyebutkan adanya jenazah WNI di rumah sakit King Faisal di Taif. Sesuai berita kematian (tablig wafat) dan hasil otopsi (taqrir tibbi), almahumah meninggal dengan wajar.

2) KHOLIFAH MUHAMMAD alias SIMAH NITON

Informasi meninggalnya perempuan berusia 39 tahun ini diperoleh dari pihak Tarhil Syumaisi. Menurut surat dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi (rumah sakit King Fahad) almarhumah meninggal bulan Juni 2019 akibat penyakit paru-paru akut yang dideritanya.

Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, bila dalam kurun waktu dua bulan dari tanggal wafat belum diperoleh tanggapan dari pihak ahli waris/keluarga, maka jenazah akan dikebumikan secara sepihak oleh instansi berwenang Arab Saudi. Namun demikian, KJRI tetap mengupayakan tenggang waktu kepada pemerintah setempat sambil mencari keberadaan ahli waris/keluarga kedua jenazah untuk dimintai persetujuan.

KJRI Jeddah telah memohon bantuan pihak berwenang di Indonesia untuk menelusuri keberadaan keluarga/ahli waris almarhumah hingga ke tingkat RT. Namun, surat balasan dari Kelurahan Peneleh, Surabaya, menyebutkan alamrhumah tidak berdomisili di alamat yang tertera pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Keimigrasian/Tarhil bagi bersangkutan.

Berdasarkan hasil penelurusan Tim Pelayanan dan Pelindungan KJRI Jeddah, diperoleh informasi dari Jawazat (imigrasi Arab Saudi), almarhumah masuk ke Arab Saudi pada 2003 berbekal visa umrah. Almarhumah memisahkan diri dari rombongan, kemudian menetap dan bekerja secara illegal.

Untuk itu, KJRI Jeddah memohon bantuan sahabat yang kebetulan mengetahui/mengenal keluarga kedua almarhumah untuk menyampaikan segera kepada KJRI Jeddah melalui:
FB, Instagram, Twitter, atau hotline: 0503609667

Atas kerja sama baik sahabat sekalian, kami haturkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
(JWR/IYD, 13/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-