Berita > Seputar TKI
Diduga Dalang Sindikat Perdagangan Orang, WNI Ditangkap Polisi Malaysia
09 Jul 2019 23:03:37 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1021
Ket: ilustrasi
Foto: google
Johor Bahru, LiputanBMI - Seorang laki-laki warga Indonesia ditahan polisi Malaysia karena diduga menjadi dalang dalam aktivitas membawa keluar-masuk pekerja migran tak berdokumen atau yang biasa diistilahkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di perairan Batu Pahat, Johor pada Jumat (5/7) lalu.

Seperti dilansir SinarHarian, Selasa (9/7), Ketua Polisi Daerah Batu Pahat, Asisten Komisioner Azhan Abdul Halim mengatakan, WNI berusia sekitar 60-an itu ditangkap di Jalan Syahbandar setelah polisi Malaysia melakukan penyelidikan terhadap sindikat perdagangan orang yang pernah ditumpaskan sebelum ini.

"Kami percaya dengan tertangkapnya suspek (tersangka, Red) polisi telah dapat mematahkan satu sindikat penyeludupan migran yang aktif di daerah ini dan berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa suspek berperan sebagai 'tekong laut' dalam sindikat tersebut,” kata Azhan Abdul Halim.

Lebih lanjut Azhan menjelaskan, sebelum ini pihaknya telah melakukan tujuh kali penggerebekan terhadap anggota sindikat ini dan kasusnya telah dilimpahkan ke pengadilan.

“Kami akan terus memberantas kegiatan ini agar ketenteraman dan keselamatan negara terjamin," katanya dalam pernyataan kepada media, Selasa (9/7).

Menurutnya, dalam kasus ini tersangka bisa didakwa Pasal 26A Undang-Undang Anti Pemerdagangan Orang dan Penyeludupan Migran (ATIPSOM) 2007 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan juga bisa didenda atau kedua-duanya jika terbukti bersalah.

Oleh karena itu, masyarakat terutama yang tinggal di pesisiran pantai atau nelayan diingatkan tidak terlibat dengan segala bentuk kegiatan membawa masuk dan keluar pendatang asing serta tidak menyembunyikan informasi berkaitan aktivitas kejahatan ini.

"Masyarakat yang mempunyai informasi berkaitan kegiatan ini atau bentuk kejahatan lainnya bisa menghubungi Pusat Kawalan Daerah di talian 07-4343999 atau kantor polisi terdekat," katanya.



(FK/FK, 09/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-