Berita > Seputar TKI
Hindari Penyalahgunaan Data, Jangan Berikan Dokumen Kepada Orang Lain
06 Jul 2019 20:55:13 WIB | Hani Tw | dibaca 3869
Ket: Slogan tentang pencegahan penyalahgunaan data
Foto: Facebook kepolisian Tainan
Taipei, LiputanBMI - Untuk menanggulangi maraknya kasus pemalsuan data Tenaga Kerja Asing (TKA) di Taiwan, baru-baru ini kepolisian Tainan wilayah enam membuat slogan tentang pencegahan penyalahgunaan identitas.

Slogan yang dibintangi oleh seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang akun Facebooknya bernama Keong Rachun dengan beberapa anggota kepolisian Tainan.

Adapun bahasa yang digunakan selain Mandarin, juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Indonesia supaya bisa dimengerti oleh TKA dari berbagai negara.

Sebagaimana dikutip oleh akun Facebook Kepolisian Tainan (4/7/2019), banyak sekali TKA yang dengan mudahnya memberikan identitas diri seperti ARC ataupun paspor kepada orang yang tidak dikenal untuk mengurus simcard yang diberikan secara gratis.

Sebagai contoh, ketika TKA memasuki bandara di Taiwan ada beberapa oknum yang membagikan simcard gratis kepada mereka, kemudian meminta paspor untuk di foto.

Lebih lanjut Kepolisian Tainan mengatakan, TKA yang baru masuk Taiwan tentu saja sangat membutuhkan simcard supaya bisa segera menghubungi keluarganya. Akan tetapi mereka tidak sadar kalau dokumen yang diberikan untuk mengurus simcard tersebut bisa dipakai untuk tindakan kejahatan seperti mengurus simcard dengan nomor lain atau untuk meminjam uang.

"Dengan simcard tersebut, oknum tersebut akan menggunakannya untuk menipu orang lain atau meminjam uang, "jelasnya.

Kepolisian Tainan juga mengingatkan, jika TKA mau meninggalkan Taiwan jangan sekali-kali memberikan simcard, buku tabungan maupun fotocopi paspor kepada teman atau orang lain untuk menghindari penyalahgunaan identitas.

Selain itu, kepolisian Tainan juga berpesan, mengingat beberapa tahun terakhir banyak sekali kasus yang menimpa TKA karena datanya dipakai untuk modus penipuan. Maka, jika kita menemui hal seperti itu sebaiknya segera menghubungi saluran telpon penyegahan penipuan di Taiwan dengan nomor 165.
(HNI/IYD, 06/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-