Berita > Seputar TKI
531 Orang Tertangkap Dalam Operasi Tim Gabungan Imigrasi Taiwan Gelombang Kedua
18 Jun 2019 23:13:19 WIB | Hani Tw | dibaca 5913
Ket: Masa berlaku amnesti tinggal 15 hari lagi, sebanyak 531 Orang Tertangkap Dalam Operasi Penggerebekan Tim Gabungan Imigrasi Taiwan Gelombang Kedua
Foto: UDNews dan dokumen Imigrasi
Taipei, LiputanBMI - Sebanyak 531 warga negara asing (WNA) overstayer dan majikan serta agensi illegal berhasil ditangkap dalam operasi penyisiran nasional yang dilakukan oleh Badan Imigrasi Nasional (NIA) Taiwan, untuk kedua kalinya pada Sabtu (15/6/2019).

Dari 531 orang yang berhasil ditangkap, sebanyak 413 adalah WNA overstayer atau menggunakan dokumen palsu, sedangkan 118 orang lainnya adalah majikan dan agensi illegal. WNA terbanyak berasal dari Vietnam yaitu 246 orang, sementara 130 lainnya berasal dari Indonesia.

Penggerebekan dilakukan oleh gabungan dari beberapa petugas penegak hukum dan tim satuan khusus Imigrasi di tempat-tempat yang biasa dipakai mangkal para WNA seperti area konstruksi bangunan, toko-toko milik warga asing, restoran, dan tempat-tempat bisnis lainnya dengan jumlah keseluruhan sekitar 173 lokasi.

Sebagaimana dilansir UDN, Sabtu (15/6), Kepala NIA Taiwan, Chiu Feng-kuang (邱豐光), mengatakan program kemudahan pulang bagi WNA overstayer tinggal hitungan 15 hari saja, diharapkan supaya mereka segera menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk segera menyerahkan diri.
Lebih lanjut Chiu Feng-kuang menjelaskan, tindakan penyisiran dan penangkapan para WNA atau pekerja migran overstay, para majikan dan agensi ilegal itu akan berlanjut hingga akhir Juni 2019. Oleh karena itu pihak imigrasi meminta warga asing yang tinggal melebihi batas waktu visa untuk menyerahkan diri secepat mungkin.
Selain itu, sebagai langkah efektif untuk mengurangi jumlah warga asing yang telah tinggal melebihi batas waktu atau overstayer, serta menjaga keamanan sosial dan memperkuat penegakan hukum keimigrasian, Badan Imigrasi Nasional akan segera mengadakan pembaharuan undang-undang untuk memperberat hukuman dan denda bagi pelanggaran izin tinggal di Taiwan.
(HNI/IYD, 18/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-