Berita > Seputar TKI
Didampingi PPI Sulut, Ahli Waris Pelaut yang Meninggal Sakit Jantung Dapatkan Haknya
14 Jun 2019 16:01:51 WIB | Syafii | dibaca 1398
Ket: Pengurus PPI Sulut dan Pengurus PD Sitaro pasca ttd PB
Foto: LBMIJKT
Nasional, LiputanBMI - Setelah melalui proses yang cukup alot, akhirnya Ninik Sarwan (35), berhasil mendapatkan hak-haknya sebagai ahli waris atas meninggalnya almarhum Victor Linggar (35) yang meninggal akibat sakit di atas kapal KMP Lohoraung milik Perusahaan Daerah (PD) Pelayaran Siau Tagulandang Biaro (SITARO) sebesar Rp 140 Juta dan hak dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sebesar Rp 52 Juta.

"VL meninggal pada tanggal 27 April 2019 akibat penyakit jantung. Dirinya mulai bekerja di PD Sitaro sejak Maret 2012 silam dengan jabatan di atas kapal sebagai Juru Mudi," ujar Dewan Pimpinan Daerah Pergerakan Pelaut Indonesia Provinsi Sulawesi Utara kepada Liputan BMI melalui pesan seluler, Jumat (14/6/19).

Menurut PPI Sulut, VL merupakan Anggota resmi PPI yang terdaftar sejak Oktober 2018 dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) Nomor: 0004551.

"Saya terkejut ketika mendapat telepon dari NS (istri VL), bahwa VL telah meninggal dunia. PPI sulut kemudian menggalang dana duka cita sesama anggota dan menyerahkannya kepada SN," ungkap Ketua PPI Sulut, Anwar Abdul Dalewa.

Sebagai organisasi pelaut yang salah satu tugasnya membela, melindungi, mempertahankan hak dan kewajiban anggota beserta keluarganya, selain menggalang dana duka cita, PPI Sulut juga melakukan pendampingan hukum terkait hak-hak ahli waris baik di perusahaan maupun hak kepesertaan almarhum pada BPJS Ketenagakerjaan.

"Alhamdulilah pihak ahli waris kita dampingi ke BPJS-TK dan telah menerima santunan Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Beasiswa Anak dengan total Rp 52 Juta yang telah diterima oleh NS pada tanggal 24 Mei 2019 lalu," terang Anwar.

Selain mendampingi ahli waris di BPJS-TK, PPI Sulut juga mewakili NS untuk menuntut hak-hak almarhum kepada PD Sitaro melalui jalur musyawarah (perundingan bipartit).

"Hasil bipartit telah disepakati bahwa pihak perusahaan akan memberikan hak-hak almarhum kepada ahli waris sesuai ketentuan PP No. 7/2000 tentang Kepelautan dan peraturan lainnya yang berlaku dengan total Rp 140 Juta yang akan dibayarkan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dibayar Rp 50 Juta pada 24 Juni 2019 dan tahap kedua akan dibayar Rp 90 Juta pada 14 Agustus 2019 sesuai Perjanjian Bersama yang telah disepakati oleh PPI Sulut dan PD Sitaro pada tanggal 13 Juni 2019," kata Anwar.

Anwar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat aktif dan kooperatif dalam penyelesaian perselisihan tersebut.

"Terima kasih untuk BPJS-TK, Pimpinan PD Sitaro, dan seluruh jajaran Pengurus PPI Sulut dan Anggota yang telah turut serta dalam penyelesain perselisihan ini. Semoga kedepan kita semua bisa bersinergi untuk mewujudkan kepelautan Indonesia yang semakin baik, khususnya di Sulut," pungkas Anwar.
(IS/IS, 14/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-