Berita > Seputar TKI
Haris, PMI Asal Ponorogo 9 Tahun Hilang Kontak di Malaysia
12 Jun 2019 19:57:10 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2785
Ket: Haris
Foto: dok. keluarga/ Ifan
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Haris (33), Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia asal Dusun Brangkal, Desa Biting, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur dilaporkan hilang kontak dengan keluarganya sejak tahun 2010.

Informasi terakhir yang diketahui keluarga, pada tahun 2010 Haris dikabarkan dalam kondisi sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit di Kelantan. Namun, pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti nama rumah sakit tempat Haris dirawat.

“Ada bekas teman kerjanya di Malaysia dulu yang mengatakan bahwa pada tahun 2010 sekitar bulan 2, Haris terkena chikungunya dan dirawat di sebuah rumah sakit di Kelantan tapi tidak tahu nama rumah sakitnya,” kata Ifan, sepupu Haris kepada LiputanBMI, Rabu (12/6).

Lebih lanjut Ifan menceritakan, Haris pertama kali berangkat ke Malaysia pada tahun 2005 dan pernah pulang kampung pada tahun 2008. Ketika itu, Haris bekerja di sektor perkebunan/perladangan (Mesua Ferrea Plantation Landscape Sdn.Bhd) di daerah Taman Sri Serdang, Seri Kembangan, Selangor.

Akan tetapi, kata Ifan, sejak keberangkatannya yang kedua pada tahun 2008, Haris dikabarkan bekerja berpindah-pindah tempat, mulai dari Negeri Sembilan, Temerloh-Pahang, dan Kelantan dengan status undocumented

Menurut Ifan, Haris terakhir kali menghubungi keluarga sekitar awal tahun 2010. Setelah itu, Haris tidak pernah menghubungi keluarga sama sekali hingga sekarang.

Saat ini, pihak keluarga sangat berharap mendapat kabar tentang Haris, sekaligus untuk memastikan apakah Haris masih hidup atau sudah meninggal.

Untuk itu, Ifan berharap kepada siapa pun yang pernah mengenal dan/atau mengetahui keberadaan Haris di Malaysia agar menghubungi nomor telepon/WA +62 822-3880-3329 atau +62 878-0844-1579.

“Pihak keluarga sangat mengharap kabar tentang Haris. Kasihan orang tuanya. Kepada teman -teman di Malaysia yang mengetahui keberadaan Haris, baik masih hidup atau sudah meninggal, mohon kabari kami,” harap Ifan.

(FK/FK, 12/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-