Berita > Ekosospol
Program Magang Distop, Indonesia Buka Peluang Lulusan Universitas Lanjutkan Kuliah di Taiwan
11 Jun 2019 17:24:21 WIB | Yully Agyl | dibaca 2112
Ket: Direktur Departemen Pendidikan Teknologi dan Kejuruan MOE, Yang Yu-hui (楊玉惠).
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Taiwan dan Indonesia menyelenggarakan program uji coba bagi lulusan perguruan tinggi Indonesia untuk belajar di institut teknologi di Taiwan selama 2 tahun. Kementerian Pendidikan Taiwan (Ministry of Education / MOE) menyampaikan program ini diselenggarakan setelah pihak Indonesia berhenti mengeluarkan izin bagi lulusan sekolah menengah untuk belajar di Taiwan, Minggu (9/6/2016).


Menurut Direktur Departemen Pendidikan Teknologi dan Kejuruan MOE, Yang Yu-hui (楊玉惠), di bawah program uji coba yang dimulai pada tahun akademik 2018 yang dimulai pada bulan September, pemerintah Indonesia memberikan insentif bagi mahasiswa yang melanjutkan studi lanjutan di Taiwan. Itu termasuk tiket pesawat sekali jalan dan biaya hidup NTD 20.000 untuk periode dua tahun.


Sebagaimana dilansir CNA, Minggu (9/6/2016), Indonesia memutuskan untuk mencegah lulusan sekolah menengah agar tidak belajar di institut teknologi program empat tahun di Taiwan di bawah program studi magang, menyusul laporan media bahwa beberapa siswa tersebut telah dipaksa oleh calo pendidikan untuk bekerja secara ilegal di pabrik.


Dengan pertimbangan bahwa lulusan sekolah menengah masih muda dan belum dapat mengatasi kesulitan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan hidup di Taiwan, pemerintah Indonesia memutuskan tidak mengeluarkan izin bagi siswa Indonesia untuk belajar dalam program teknis empat tahun di Taiwan dan mulai semester kedua tahun 2018. tahun ajaran terakhir.


Selanjutnya, pemerintah Indonesia memilih siswa dengan ijazah dari perguruan tinggi junior atau mereka yang telah menyelesaikan studi dua tahun di universitas atau perguruan tinggi di Indonesia untuk belajar dalam program teknis dua tahun di universitas atau perguruan tinggi di Taiwan.


Di bawah program uji coba, empat kelas telah dibuka di empat sekolah Taiwan, dengan 88 siswa Indonesia terdaftar.
Agar memenuhi syarat untuk mengikuti program ini, siswa harus telah menyelesaikan studi dua tahun atau tiga tahun di universitas atau perguruan tinggi Indonesia. Harus telah dipilih oleh pemerintah dan harus lulus wawancara penerimaan oleh calon sekolah Taiwan.


Ditekankan oleh Yang Yu-hui bahwa dalam program ini tidak ada agen perantara pihak ketiga yang diizinkan ikut campur dalam proses rekrutmen.
Selain subsidi yang diberikan kepada mereka, siswa Indonesia yang mendaftar dalam program ini dapat belajar untuk tiga semester pertama tetapi juga diizinkan untuk bekerja paruh waktu secara hukum untuk maksimum 20 jam per minggu. Pada semester keempat, mereka akan memiliki magang yang diatur untuk mereka.


Menurut sekolah-sekolah yang tercakup dalam program uji coba, siswa Indonesia memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dan semua program dalam program ini dapat diajarkan dalam bahasa Inggris.


Kementerian pendidikan Taiwan ingin memperluas program, dan sekolah yang menawarkan beasiswa dapat mengajukan permohonan kepada kementerian untuk izin membuka kelas bagi siswa Indonesia.
(YLA/YLA, 11/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-