Berita > Olahraga
Kompetisi Pencak Silat Nasional Pertama Kali Diadakan di Taiwan
10 Jun 2019 20:32:00 WIB | Hani Tw | dibaca 1270
Ket: Walikota Taipei membuka acara kompetisi pencak silat Nasional di Taiwan
Foto: Dok. Pri
Taipei, LiputanBMI - Penyelenggaraan kompetisi Pencak Silat Indonesia untuk pertama kali diselenggarakan di Taiwan selama dua hari, yaitu untuk babak penyisihan diadakan pada tanggal 9 Juni 2019 sedangkan untuk babak final 30 Juni 2019.

Event ini diselenggarakan atas kerjasama dengan biro olahraga pemerintah kota Taipei City dan diikuti oleh empat perguruan silat yang berada di Taiwan.

Adapun ke-empat peserta organisasi perguruan silat di Taiwan masing-masing adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI), Seni Beladiri Pencak Silat Tapak Suci dan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa.

Acara kompetisi dibuka oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Dedi Sumedi dan Walikota Taipei City, Ke Wen-Tze (柯文哲) dengan memukul gong yang bergambarkan Singo Barong.

Dalam sambutannya, Ke Wen-Tze mengatakan, Indonesia merupakan negara besar dengan berbagai macam budaya. Juga merupakan negara pengirim pekerja migran asing terbesar di Taiwan terutama di Taipei City.

Selain itu, kota Taipei juga merupakan wilayah yang sangat menjunjung tinggi nilai International, karena itu diharapkan bisa semaksimal menciptakan lingkungan ramah dan bersahabat bagi warga asing yang tinggal di Taipei City.

Sebagaimana diceritakan oleh Trisno kepada LiputanBMI (9/6/2019), ada sebanyak empat organisasi perkumpulan silat di Taiwan yang mengikuti kompetisi, masing-masing mengirimkan sejumlah peserta dari kelas yang berbeda.

"Setiap organisasi ngirim banyak peserta, hanya kelasnya beda-beda, "jelas Trisno, salah satu pengunjung, juga PMI yang bekerja di Hualien.

Menurut Trisno, kemungkinan ada utusan dari federasi pencak silat dari Jepang dan Korea akan hadir pada babak final yang akan diadakan pada tanggal 30 Juni nanti.

"Pada babak final 30 Juni nanti, akan dihadiri federasi pencak silat dari negara Jepang dan Korea, "pungkasnya.
(HNI/YLA, 10/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-